oleh

Pengalangan Dana Harus Izin Dinsos

LINGGAU POS ONLINE, JAWA KANAN SS – Penggalangan dana yang dilakukan masyarakat maupun Organisasi Kepemudaan (OKP) atau Organisasi Masyarakat (Ormas) harus mengantongi izin dari Dinas Sosial (Dinsos). Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau, Rintonga melalui Sekretaris, Indra Syafei.

Sekalipun aksi yang dilakukan tersebut untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesusahan.

“Tidak ada halangan bagi siapapun untuk menggalang dana, guna membantu sesama. Tapi, harus izin ke Dinsos. Sebab, kalau sudah ada izin, dapat kita fasilitasi,” kata Indra Syafei.

Sebab, dilanjutkannya dalam menjalankan kegiatan tersebut, ada Standar Operasional Prosedur (SOP), bencana alam, tidak boleh di sembarang tempat, dan biasanya kami sarankan pakai kardus saja, dikarenakan relatif lebih aman dan ringan.

“Namun, untuk pengalangan dana yang dilakukan OKP maupun Ormas, maupun mahasiswa yang dilakukan di Kota Lubuklinggau tidak ada yang melapor ke Dinsos. Sehingga, kita tidak tahu berapa jumlah dana yang terkumpul, dan apakah memang disalurkan kepada yang berhak atau tidak, karena pengalangan dana yang dilakukan itu ilegal,” ulasnya.

Sehingga, masih dikatakan Indra Syafei, sampai ini Dinsos Lubuklinggau tidak pernah tahu apakah dana yang digalang memang sampai ke tujuan atau tidak.

“Selama 2017 ini, cuma pengalangan dana yang dilakukan Tagana yang memiliki izin, pengalaman tersebut di lakukan pada Agustus lalu dan terkumpul dana Rp 13.600.000, semuanya disalurkan ke Daarut Tauhid, untuk disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara belum lama ini, banyak mahasiswa melakukan penggalangan dana, berkenaan banyaknya bencana alam terjadi di Indonesia. Mereka menggalang dana untuk membantu para korban bencana tersebut.

Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Lubuklinggau. Mereka melakukan pengalangan dana kemanusiaan untuk warga korban banjir yang terjadi di Pacitan. Aksi sosial itu digelar di Simpang 3 RCA Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Jumat (1/12).

Ketua Umum PC PMII, Rahmat Imanto mengatakan, kegiatan ini ide aktivis PMII sebagai wujud kepedulian terhadap korban banjir yang terjadi di pacitan, kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan selama satu hari.

“Untuk hari ini kami bersama relawan hanya mengambil satu titik, sedangkan kedepan akan melakukan pengalangan di sejumlah lokasi yaitu tempat keramain, seperti pasar-pasar,” katanya

Ia menambahkan, aksi yang melibatkan puluhan anggotanya tersebut merupakan ungkapan rasa solidaritas sesama warga Indonesia atas musibah banjir di pacitan saat ini.

“Atas musibah yang terjadi banjir di Pacitan. Sebagai mahasiswa kami memberikan dukungan itu. Nanti dana yang terkumpul ini akan kita salurkan ke sana,” ucapnya

Aksi tersebut hanya dilaksanakan di satu titik, simpang tiga RCA saja mulai pukul 09.00-15.00 WIB .Tidak ada targetnya target khusus yang ditetapkan oleh PMII Cabang Lubuklinggau. Namun kata Rahmat pihaknya berupaya supaya sumbangan yang didapat sebanyak mungkin.

” Setiap dana yang terkumpul dari cabang-cabang seluruh Indonesia akan disalurkan secara bersama-sama melalui relawan PMII yang sudah ada di pacitan, dan saat ini uang terkumpul dari PC PMII Lubuklinggau sebesar Rp. 3.446.000 ribu” ucapnya.

Dalam melakukan aksi tersebut anggota PC PMII Lubuklinggau sebanyak 38 orang. Dan Rahmat memastikan, sebelum melakukan pengalangan dana dan meminta sumbangan di jalan, PMII sudah minta izin kepada Kapolres Lubuklinggau, berupa surat pemberitahuan.

PC PMII Lubuklinggau belum mengetahui, mengenai meminta sumbangan di jalan tersebut dilarang oleh pemerintah, yaitu Dinsos Lubuklinggau.

“Sampai saat ini, kami belum mengetahui bahwa meminta sumbangan di jalan itu dilarang oleh Dinsos, biasanya kalau kami melakukan aksi seperti,kami meminta izin kepada Kapolres Lubuklinggau, dan itu diizinkan,” tutupnya. (11/19/01)

Komentar

Rekomendasi Berita