oleh

Pengadaan Komputer Boleh Gandeng Komite, Gimana Caranya?

Jelang UNBK 2018

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Kekurangan komputer, menjadi kendala terbesar untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Dari 67 SMP/MTs Negeri dan swasta di Kabupaten Musi Rawas, baru dua sekolah yang menyatakan siap UNBK. Yakni SMPN Muara Kelingi dan SMPN Megang Sakti.

“Iya, kendala utamanya komputer. Kedua, jaringan internet. Ketiga listrik. Kalau masalah listrik ini bisa dibantu dengan genset. Nah, yang kekurangan komputer ada sebagian sekolah yang menggandeng komite untuk minta bantu pengadaan. Tapi masalahnya, tidak semua kepala sekolah berani menggali dana komite. Padahal ini diperbolehkan. Tapi mereka (kepala sekolah,red) banyak yang takut,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas H Sukamto, melalui Kabid Dikdas Hartoyo, Minggu (19/11).

Ia menjelaskan, harusnya kepala sekolah tak perlu takut. Asal proses pengadaannya murni dikelola komite. Sekolah cukup menyampaikan saja, apa yang dibutuhkan. Komputer jenis apa dan spesifikasinya bagaimana.

Mengenai laporan ke Dinas Pendidikan, lanjut Hartoyo, bisa dilaksanakan usai pengadaan selesai.

“Kami sekedar mengetahui saja. Karena membangun dunia pendidikan ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Namun juga masyarakat dan swasta,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, ia akan mengumpulkan kepala SMP untuk membahas kesiapan UNBK.

“Karena harus UNBK, maka perlu dicari solusi numpang di mana baiknya. UNBK ini diprediksi akan terlaksana April 2018. Namun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mewacanakan akan memajukan jadwal pelaksanaan UNBK,” jelas Hartoyo.

Kalau masih sesuai dengan jadwal April 2018, lanjut Hartoyo, ia optimis UNBK bisa dilaksanakan oleh sebagian besar sekolah. Karena ada yang dapat bantuan dari APBN dan ada juga yang dapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBD Musi Rawas.

Salah satu sekolah yang sudah menggandeng komite, untuk pengadaan komputer adalah SMP Negeri Megang Sakti. Menurut Kepala SMPN Megang Sakti, Mutia Farida UNBK sudah dilaksanakan di sekolah tersebut 2016 lalu.

“Kami punya 70 komputer. Itu sudah termasuk bantuan Mendikbud 2016 lalu. Insya Allah Desember 2017 nanti dapat bantuan 30 laptop dari komite sekolah. Jadi kami punya 100 komputer, insya Allah. Untuk digunakan 225 siswa kelas IX yang UNBK,” jelasnya.

Menurut Mutia, ia menggunakan sistem paguyupan untuk bisa menggandeng komite dalam hal pengadaan komputer ini.

“Ya kami sampaikan terlebih dahulu ke komite. Masalah pengadaan dan kemampuan mereka bantu berapa itu disesuaikan dengan keputusan komite. Kami terima barang saja. Kalau duitnya dikelola komite langsung,” jelas Mutia.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita