oleh

Penerimaan CPNSD Jalur Khusus?

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Rencana pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sudah disampaikan sejak awal tahun 2018. Namun pemerintah terus mengundur jadwal pembukaan lowongan yang telah ditunggu masyarakat ini.

Sebelumnya, pemerintah sudah memperkirakan akan mulai membuka lowongan pada akhir Mei 2018, kemudian berubah menjadi setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018.

Bahkan, usai Pilkada dan Pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo melakukan penggantian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Kabinet Kerja dari Asman Abnur ke Syafruddin. Kabar terakhir, Syafrudin memastikan saat ini ia masih akan fokus pada Asian Games 2018.

Belum lama ini beredar isu, bakal adanya formasi jalur khusus untuk CPNSD guru dan tenaga kesehatan. Mengingat dua bidang ini paling banyak kekurangan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini.

Menanggapi hal itu, Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKPSDM) Kota Lubuklinggau, Ahyar memastikan, hingga saat ini, ia belum menerima informasi maupun Petunjuk Teknis (Juknis) tentang formasi jalur khusus tersebut.

“Beberapa formasi dengan keahlian khusus memang dibutuhkan. Seperti untuk formasi guru, masih dibutuhkan guru keterampilan dan guru SD. Untuk Formasi kesehatan, dibutuhkan ahli anestesi, serta di pertanian penyuluh pertanian dengan keilmuan khusus,” terang Akhyar, saat dibincangi Linggau Pos, Sabtu (25/8).

Menurut Akhyar, berdasarkan laporan kebutuhan pegawai dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Lubuklinggau mengajukan 500 lebih.

Sayangnya berdasarkan Juknis dari Kemenpan-RB disesuaikan dengan jumlah pensiun, dan dibuka hanya untuk formasi teknis, guru dan kesehatan.

“Untuk Kota Lubuklinggau ada lebih kurang 200 pegawai yang pensiun. Maka itu yang kita usulkan,” jelasnya.

Menurut Akhyar, ketika masih belum ada kejelasan mengenai penerimaan CPNSD baik jalur umum maupun khusus maka pihaknya pun akan kembali melakukan koordinasi dengan pihak Kemenpan-RB.

Sementara di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dipastikan tidak ada formasi penerimaan CPNSD jalur khusus, baik untuk tenaga kesehatan maupun guru.

“Semua insya Allah harus melalui jalur umum. Tidak ada jalur khusus itu. Kami juga belum dapat Juknis-nya,” terang Kepala BKPSDM Kabupaten Muratara, Sudartoni, Sabtu (25/8).

Sepekan lalu, kata Sudartoni, ia mengikuti pertemuan di Bandung. Dari pertemuan itu, diterangkan bahwa penggantian MenPAN-RB cukup mempengaruhi waktu penerimaan CPNSD.

“Iya, menterinya ganti, mundur lagi jadwal penerimaan CPNSD,” terang Sudartoni.

Meski begitu, ia juga menjelaskan sebagai Daerah Otonomi baru (DOB) Muratara hanya diperkenankan mengusulkan 1-400 orang dalam formasi CPNSD tahun ini.

“Tadinya kan kami usulkan itu 2.463 berdasarkan kebutuhan. Namun setelah itu, karena kami DOB dan jumlah ASN-nya belum 2.000 orang, maka maksimal formasi yang diusulkan 400 orang. Dari 400 itu, paling banyak guru dan tenaga kesehatan,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, dr Marhendra memastikan kebutuhan tenaga kesehatan yang ASN di Muratara sangat besar.

“Saya lupa rinciannya. Ada di staf. Yang pasti sekarang ini di Muratara hanya ada 17 dokter, 84 bidan, dan 79 perawat,” terang dia. (02/13)

*** Mura Dibantu Kemenkes

TAHUN 2018 ini, Kabupaten Mura yang mengalami kekurangan 75 tenaga ASN kesehatan dapat bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berupa tenaga kontrak yang telah diseleksi pusat dalam program Nusantara Sehat.

Kabar ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura, drg Hj Miptahulummi melalui Sekretaris, H Moh. Nizar kepada Linggau Pos, Sabtu (25/8).

“Dari Kemenkes ini, kita dapat bantuan empat dokter gigi. Penempatannya di Puskesmas Jayaloka, Ciptodadi, Muara Lakitan dan Sumberharta. Lalu dapat juga bantuan dokter umum, wilayah penempatan di Puskesmas Jayaloka dan Sumberharta,” terang Nizar.

Selain dokter, Mura juga dibantu Kemenkes enam orang tenaga gizi. Penempatannya di Puskesmas Jayaloka, Pian Raya, Ciptodadi, Muara Lakitan dan Sumberharta.

“Khusus tenaga gizi yang ditempatkan di Puskesmas Ciptodadi lebih banyak. Kalau program Nusantara Sehat ini, tenaga kesehatannya harus siaga ditempatkan di manapun, tak bisa memilih. Baru pada tahun ke dua perpanjangan kontrak baru boleh memilih sesuai jadwal yang telah ditentukan/formasi,” jelas Nizar lagi.

Nizar juga menerangkan, Mura juga mendapatkan bantuan tenaga kesehatan masyarakat, analis kesehatan, farmasi, dan kesehatan lingkungan.

Saat ini, imbuh dia, Mura membutuhkan 31 dokter umum, dokter gigi 19, perawat 275, bidan 313, kesehatan masyarakat 24, kesehatan lingkungan 12, analis 12, gizi 24, formasi 24, administrasi 36 dan untuk prakarya sebanyak 24.

“Kita masih kurang dokter umum, dan untuk dokter gigi kurang juga. Karena dari 19 puskesmas baru ada enam dokter gigi, untuk puskesmas perawatan dokter gigi harusnya dua dan yang non perawatan dokter umum satu dan dokter gigi satu juga,” ungkapnya.(02)

Rekomendasi Berita