oleh

Penerima Tunjangan Sertifikasi Guru Bertambah

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas mendata, jumlah guru bersertifikat penerima tunjangan profesi mencapai 1.516 orang. Ditambah 51 orang pengawas. Dan tidak menutup kemungkinan 2018 ini bertambah menjadi 1.707 orang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas H Sukamto melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) H Sukasno, kepada Linggau Pos, Minggu (21/1).

“Penambahan itu, berasal dari Guru Garis Depan (GGD) dan guru yang lulus Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG),” tutur Sukasno, kemarin.

Ia menjelaskan, sertifikasi yakni proses untuk mendapat sertifikat pendidik. Sertifikat menjadi pengakuan profesi.

“Sertifikasi didapat melalui jalur PLPG atau Pendidikan Profesi Guru (PPG). Untuk tahun 2018 sudah berproses melalui jalur PPG. Nah, syarat untuk ikut PPG diantaranya lulus pretesy, guru dalam lingkungan Kemdikbud, memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), berijazah S1/d4 dari PT yang terakreditasi minimal B dan linier, memiliki tugas mengajar minimal 24 jam per minggu dan bebas NAPZA,” bebernya.

Meski telah memiliki sertifikat pendidik, kadangkala ada juga guru- guru yang tidak bisa mendapatkan tunjangan. Umumnya guru SMP.

“Iya, umumnya guru SMP, karena tidak mncukupi miniml 24 jam perlajaran per pekan. Sehingga Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) tidak dapat diterbitkan. Dampaknya tunjangan profesi tidak bisa dibayarkan,” jelas Sukasno.

Dengan adanya sertifikasi, memang kata Sukasno, target awalnya bisa mendongkrak kualitas layanan pendidikan. Namun, menurutnya pencapaian itu bertahap.

“Ya kalau mendongkrak belum. Tapi kalau meningkat iya. Meskipun belum signifikan. Oleh krena itu kami membuat program peningkatan komptensi bagi guru bersertifikat melalui penyadaran bahwa dana tunjangan profesi (bukan dana sertifikasi) hendaknya sebagian digunkan untuk peningkatan profesi. Kegiatn dilakukan melalui komunitas seperti KKG/MGMP yang didanai melalui dana tunjangan profesi,” harapnya.

Lalu bagaimana di Kota Lubuklinggau?
Dari data yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Tamri, melalui Kabid GTK Rusli didampingi Kasi Data Heri, ada 1.041 guru dan pengawas PNS dan 52 guru non PNS yang telah disertifikasi. Sementara yang belum ada 419 guru PNS dan 1.003 guru Non PNS.

“Kalau penambahan kami belum tahu. Hanya saja, guru yang akan menerima tunjangan profesi in berjumlah 1.093 orang tahun 2018 ini. Besarannya satu kali gaji per bulan. Pencairannya per triwulan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disdik Kabupaten Muratara, Abdul Rahman mengatakan bahwa untuk sertifikasi pihaknya selalu mensuport dan mendukung guru untuk mengikuti tes sertifikasi.

“Tentunya kalau dari kami mendukung, dan menyemangati para guru untuk mengikuti tes sertifikasi. Semakin banyak guru bersertifikasi menunjukan semakin banyak guru berkualitas,” ungkap Abdul Rahman.

Ditambahkan Abdul Rahman, jumlah guru bersertifikasi terus mengalami peningkatan. Baik guru SD maupun SMP, hal ini menunjukan kualitas guru di Kabupaten Muratara juga meningkat.

Menurut Abdul Rahman, sertifikasi bertujuan menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, meningkatkan martabat guru, dan meningkatkan profesionalitas guru.(05/13)

Komentar

Rekomendasi Berita