oleh

Penerapan SAKIP Lubuklinggau Dinyatakan Baik

Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terus meningkatkan. Bahkan Pemkot Lubuklinggau sangat optimal untuk menerapkan SAKIP di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya dengan membentuk komunitas kecil dengan rutin melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Lubuklinggau.

Nilai penerapan SAKIP di lingkungan Pemkot Lubuklinggau 2016 mendapat nilai C, 2017 naik menjadi baik atau B. Hal ini seperti disampaikan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dalam paparan implementasi SAKIP, sekaligus arahan dan bimbingan dari Deputi Bidang Reformasi Birokrasi (RB) dan Kunwas Kementerian PAN dan RB RI, M Yusuf Ateh di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (26/12).

Deputi Bidang RB dan Kunwas Kementerian PAN dan RB RI, M Yusuf Ateh menyampaikan program penerapan SAKIP di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (26/12).

Kegiatan ini sekaligus evaluasi penerapan SAKIP 2018. Dalam kesempatan tersebut H SN Prana Putra Sohe memaparkan sejumlah visi dan misi Lubuklinggau yang sudah dijalankan, dan belum dijalankan selama ini, serta berbagai kendala selama ini yang telah diatasi.

“Alhamdulillah, selama lima tahun sudah banyak direalisasikan walaupun terlihat masih banyak yang belum selaras namun pada tahun ini pemerintah optimis bakal melakukan berbagai pembenahan,” jelas H SN Prana Putra Sohe.

Menurut H SN Prana Putra Sohe melalui kegiatan ini OPD di lingkungan Pemkot Lubuklinggau lebih mengenal SAKIP. Ditambahkan suami dari Hj Yetti Oktarina Prana ini, jika dipahami secara menyeluruh maka banyak sekali program selaras yang bisa dijalankan sekaligus menghemat anggaran untuk prioritas anggaran lainnya.

Kepala OPD lingkungan Pemkot Lubuklinggau hadir dalam penyampaian program penerapan SAKIP di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (26/12).

“Saya optimis dengan memahami SAKIP menyeluruh Pemkot akan lebih bisa berbenah dan fokus dalam menjalankan pembangunan dan menyejahterakan masyarakat,” tegasnya.

Deputi Bidang RB dan Kunwas Kementeriam PAN & RB-RI, M Yusuf Ateh menjelaskan setiap daerah memiliki masalah masing-masing. Tanpa SAKIP kesalahan akan terjadi mulai dari perencanaan dan cara kerja kurang terkoordinir tidak efisien dan berdampak pada masyarakat.

“Sering terjadi hanya membuang banyak anggaran. Semua anggaran tidak jelas karena dana tidak seimbang dengan apa yang dihasilkan . SAKIP membantu sistem perencanaan dan sistem manajemen kinerja,” paparnya.

Kepala OPD dan tamu undangan lainnya hadir dalam penyampaian program penerapan SAKIP di Gedung Kesenian Sebiduk Semare, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (26/12).

Ditegaskannya, Pemerintah harus memiliki prioritas dan harus memiliki target yang jelas. Juga, penguraian masalah untuk memecahkannya pada dinas pengguna. Kemudian, anggaran yang kurang efisien bakal dipangkas.

“Secara berkala Pemimpin daerah melaksanakan evaluasi dan monitoring, mencari solusi perbaikan akan berguna mengukur masing2 kinerja,” jelas M Yusuf Ateh.(rls/nia)

Rekomendasi Berita