oleh

Penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Belum Maksimal

LINGGAU POS ONLINE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani akui Peraturan Daerah (Perda) Kota Lubuklinggau tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) belum maksimal.

Untuk itu, butuh lebih banyak sosialisasi dan peran serta masyarakat untuk menginformasikan Perda ini. Hal ini ditegaskannya, saat membuka kegiatan sosialisasi Perda KTR sekaligus kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam memelihara ketertiban lingkungan. Kegiatan ini diikuti 100 peserta, dilaksanakan di aula Bandiklat Kota Lubuklinggau, Kamis (12/3).

Ia akui Perda ini sudah lama disahkan, yakni 2017 lalu.

“Penerapannya sudah kita lakukan hanya belum maksimal. Makanya kita sosialisasikan. Kita berharap kedepannya penerapan Perda ini didukung semua pihak, khususnya masyarakat agar bisa maksimal diterapkan,” tegas Momon sapaan akrabnya.

Kedepan ia berharap, kawasan-kawasan KTR yang sudah ditetapkan memang betul-betul bebas asap rokok. Dan sanksi yang sudah diatur dalam Perda, juga diterapkan ketika ada yang melanggar.

“Bahkan saat ini sudah ada kelurahan yang menjalani KTR yaitu di Kelurahan Cereme. Di sana bila ketahuan merokok kena denda berupa beras,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk sosialisasi peran masyarakat dalam memelihara ketertiban lingkungan dijelaskan Momon sangat perlukan, karena misi Walikota menjadikan Kota Lubuklinggau sebagai Kota Metropolis Madani. Salah satunya dengan menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat. Hal ini juga menjadi pertimbangan orang-orang yang datang ke Kota Lubuklinggau, serta pengusaha yang akan berinvestasi ke Kota Lubuklinggau.

“Maka dari itu kita butuh peran serta masyarakat Kota Lubuklinggau, untuk terus jaga ketertiban, situasi aman dan situasi kondusif di Kota Lubuklinggau,” jelas Momon.

Ia berharap kedua sosialisasi ini, bisa diteruskan ke masyarakat lainnya.

“Agar Perda KTR terlaksana dengan maksimal, dan peran masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan semakin meningkat,” harapnya. (rfm)

Rekomendasi Berita