oleh

Pendidikan Aset Paling Penting

PENDIDIKAN menjadi aset yang penting dalam hidup ini. Dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya, kelak dapat bermanfaat bagi orang banyak. Hal ini menjadi landasan bagi Drs H Jamhari, SH (54) untuk menempuh pendidikan S3-nya.
Alumni IKIP Yogyakarta tahun 1988, sekarang menempuh pendidikan S3 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Bengkulu (UNIB) jurusan ilmu manajemen konsentari manajemen SDM. Sudah memasuki semester V.
Bagi Jamhari sendiri keputusannya menempuh S3 itu sudah dipikirkan sematang mungkin. Apalagi dirinya sendiri sekarang menjadi Widya Iswara di Bandiklat Kota Lubuklinggau.
“Ya, saya selaku Widya Iswara saat menyampaikan materi tentu berhadapan dengan peserta, yang notabene pejabat yang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu saya selaku Widya Iswara perlu meningkatkan kompetensi agar bisa memberikan pencerahan, dan nantinya dapat melaksanakan pengabdian dan layanhan pada masyarakat sesuai dengan kaedah-kaedah keilmuan. Karena saya melihat sekarang pada tataran praktis kaedah keilmuan sangat penting sekali,” ungkap Jamhari ditemui di kediamannya, Jalan Reformasi, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Sabtu sore (18/11).
Saat wawancara kemarin sore dengan hujan mengguyur du, berlangsung di ruang tamu di kediamannya nan asri. Kelahiran Nganjuk Jawa Timur, 13 November 1963 lalu meneruskan, bagaimana pun sebagai pelayan masyarakat harus ada idealisme untuk nantinya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. “Saya menempuh jalur pendidikan doktor, dengan pertimbangan yang matang. Saya meras gelar doktor itu tertinggi, dari jenjang akademik, dan ini menjadi aset selama-lamanya. Selain itu juga menjadi tanggung jawab saya, untuk meningkatkan intelektual,” jelas suami Hj Silfana Mindano, yang dari perkawinannya dikarunia tiga anak. Yakni anak pertama, Rozy Ahimsyah Pratama yang sudah lulus Unsri dan melanjutkan studi ke UGM Yogjayakarta, dan anak kedua, Ainun Fitra Mardatilah, serta anak ketiga, Firman Satria Sasmita.
Jamhari menilai dengan menempuh pendidikan S3 sekarang, banyak sekali menjadi inspirasi untuk diri sendiri, maupun keluarga, dan masyarakat. “Setidaknya dari keluarga, saya dapat memberikan contoh pada anak-anak saya, agar menempuh pendidikan setinggi apapun bisa diraih. Asalkan ada semangat dan kemauan. Meski demikian, saya juga menanamkan kepada anak saya, sebagai orang beragama tidak boleh sombong dan harus tawakal. Sejatinya juga saat menempuh pendidikan, mesti ulet dan rajin belajar, tanpa meninggalkan salat dan ibadah lainnya,” papar Jamhari sebelumnya menempuh S1 di Fakultas Hukum Unihaz Bengkulu tahun 2003, dilanjutkan S2 di STIAMi Jakarta tahun 2006.
Ditanya sudah sampai di mana kuliah S3-nya, Jamhari yang menunaikan ibadah haji tahun 2007 bersama istri tercinta menyebutkan.
“Sekarang ini untuk menyelesaikan S3 sudah masuk seminar proposal. Di sini juga dilakukan penelitian dengan judul Disertasi saya, ‘Pengaruh kecerdasan emosional terhadap komitmen organisasional peran : peran mediasi budaya organisasional, motivasi kerja dan kepuasan kerja ( Studi empiris pada Pegawai Pemerintah Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan). Nantinya tahapan lanjutan seminar proposal, dan juga adakan data kolekting pengumpulan dan dianalisis,” kata Jamhari gamblang.
Selanjutnya, ia meneruskan nanti dilanjutkan dengan analisis sebagai bahan untuk selesaikan proposal. Dan, juga hasil penelitian juga diolah untuk selanjutnya masuk ke dalam telaah disertasi dihadapan promotor dan co promotor, juga penguji 1, 2, dan 3. “Tahapan selanjutnya masuk ujian tertutup setelah banyak saran masukan sebagai bahan penyempurnaan, dan ujian terbuka promosi doktor. Insya Allah diperkirakan Februari 2018, selesai dan mendapatkan gelar doctor, mohon doanya,” ujar Jamhari yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan KB dan PP Kota Lubuklinggau tahun 2011. Dirinya sendiri pernah menjabat juga sebagai Sekretaris Badan Diklat tahun 2015. Sedangkan menjadi Widya Iswara sejak 2009 sampai dengan sekarang di Bandiklat Kota Lubuklinggau.
Itulah sosok inspiratif Jamhari, yang dikenal low profile tetapi memiliki pengetahuan yang luas, dan sekarang sedang menyelesaikan pendidikan S3. Dari sosok inilah kita dapat belajar bahwa pendidikan itu sangat penting sekali, dan kejarlah sampai ke jenjang paling tinggi. Mungkin tak salah jika pembaca menelaah prinsip hidup pria yang selalu berpenampilan rapi ini.
“Prinsip hidup saya ada di dalam disertasi, yaitu tiada keberhasilan tanpa usaha karena hasil selalu linear dengan usaha. Dan, keberhasilan luar biasa hanya dapat dicapai melalui usaha luar biasa pula, pantaskan diri untuk mencapai hasil yang luar biasa? Karena itu desainlah masa depanmu dengan usaha luar biasamu…sekarang juga!” ajaknya dengan nada optimis. Semoga berhasil pak meraih gelar doktor-nya. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita