oleh

Penderita MDR TB Butuh Perhatian Khusus

LINGGAU POS ONLINE – Saat ini jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TB) Indonesia masuk urutan ke-4 dunia. Dalam kondisi tersebut, penanganan penyakit TB di Indonesia memang sangat memerlukan perhatian yang serius, termasuk di Kabupaten Empat Lawang.

“Setiap tahun untuk penanganan TB ini selalu ada program. Tapi capaian kita tidak begitu menggembirakan,” tutur Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Wiwik Supriatinisaat menggelar pertemuan ‘Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan, dalam Penanganan Kasus Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR TB)’ di Aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Rabu (24/7).

Wiwik sudah memerintahkan para petugas-petugas yang ada untuk dapat meningkatkan kinerja dalam menangani kasus TB di Empat Lawang, sehingga dapat tertangani dengan baik.

“Jangan sampai pasien-pasien TB tidak tertangani dengan baik atau pengobatannya tidak selesai,” tuturnya.

Pengendalian kasus TB MDR di Indonesia dimulai dari penemuan kasus terduga TB resisten obat. Seseorang termasuk kriteria terduga TB resisten obat jika penderita TB gagal pengobatan, kuman TB masih positif setelah 3 bulan pengobatan, penderita TB yang kembali berobat setelah lalai berobat (loss to follow-up) dan penderita TB dengan HIV yang tidak menunjukkan respons dengan pengobatan TB.

Jika mendapati kondisi pasien seperti ini, perlu segera ke dokter untuk mendapat pemeriksaan lanjutan. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan dipastikan terdapat TB MDR, maka perlu segera memulai pengobatan. Lama pengobatan dapat berkisar antara 19-24 bulan.

Durasi pengobatan ini bisa berubah pada kasus TB MDR yang berbeda, seperti pada TB MDR tanpa komplikasi atau pada TB MDR yang belum mendapatkan pengobatan lini kedua. Untuk kedua kasus tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan program pengobatan yang lebih singkat, yaitu 9-12 bulan. Gejala TB umumnya akan membaik dalam beberapa bulan setelah pengobatan. Penderita TB MDR juga perlu mendapat evaluasi dan pemantauan ketat selama pengobatan.

Pada kesempatan itu juga, Wiwik juga mengkritisi peserta pertemuan yang dinilai kurang disiplin dalam berpakaian.

Sementara, Ketua Panitia Kegiatan, Suryati mengatakan tujuan umum diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas petugas dalam penanganan kasus TB.

“Tujuan khusus, diperolehnya data pencapaian penanganan kasus TB di Kabupaten Empat Lawang,” tuturnya.

Tujuan khusus lainnya lanjut Suryati, meningkatnya pengetahuan petugas dalam menangani kasus TB di Empat Lawang. (key)

 

Rekomendasi Berita