oleh

Penderita Hipertensi Mendominasi

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) mendominasi jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit pasca Idul Fitri 1439 H. Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Dr Jeanita A Purba, Rabu (20/6).

Ia mengatakan, selain hipertensi, penderita kolesterol, asam urat, diare dan maag rentan kambuh usai Idul Fitri.

Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang mengonsumsi karbohidrat, protein yang menyebabkan kadar gula darah dan kolesterol naik.

“Sementara asupan sayuran dan buah-buahan sedikit,” ungkapnya.

Untuk itu pasca lebaran, masyarakat harus tetap ‘cerdik’ (Cek kesehatan secara rutin, cek tensi darah, kadar gula dan kolesterol).

“Selain itu lakukan diet dan olahraga secara rutin. 1/3 porsi makanan harus mengandung karbohidrat seperti dengan beras merah atau ubi. 1/3 lauk pauk seperti daging, dan 1/3 tetap sayur dan buah-buahan. Dan tetap, diimbangi dengan olahraga,” jelasnya.

Senada diungkapkan oleh Direktur RS Siti Aisyah Lubuklinggau, dr Mast Idris. Ia mengaku belum memantau secara pasti pasien dengan keluhan atau penyakit apa yang meningkat pasca lebaran.

“Namun biasanya diare, hipertensi dan batuk pilek. Karena pengaruh makanan yang dikonsumsi saat lebaran,” ungkapnya.

Sakit Maag/Dyspepsia dan Hipertensi/Tekanan Darah Tinggi yang sering terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 H

Hal itu juga dibenarkan Direktur RS DR Sobirin, dr H Nawawi Akib. Penyakit Maag dan Hipertensi rawan diderita pasien pasca Idul Fitri.

Hal itu diakibatkan pola makan tidak teratur terhadap menu makanan tertentu seperti rasa pedas, bersantan dan berminyak. Cara mengatasinya mengatur pola makan dan dengan makanan yang teratur.

Untuk Hipertensi biasanya, kata Nawawi, diakibatkan karena mengonsumsi daging dan makanan bersantan. Cara mengatasinya kurangi makanan bersantan dan minum obat secara teratur, rajin kontrol ke dokter, perbanyak minum air putih, sayur-sayuran dan istirahat yang cukup.

Ia juga menjelaskan, selama cuti lebaran Poli UGD RSU Dr Sobirin buka 24 jam. Karena cuti terlalu panjang sengaja dibuka untuk membantu pasien rawat jalan yang dikarenakan kronis.(13/AE03)

Rekomendasi Berita