oleh

Pendaki Diminta Tak Dekati Kawah Gunung Kaba

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Cuaca ekstrem hujan dan angin kencang terjadi sejak beberapa hari di Kota Curup menyebabkan pendakian ke Taman Wisata (TWA) Gunung Kaba, sepi.

“Pendaki sepi paling ada satu dua orang yang mendaki itu saja mungkin karena hobi,” kata kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Api Kaba, Sigil Widianto dikonfirmasi Jumat (1/12).

Sigit menjelaskan meski saat ini sepi pengunjung, namun jika ada pengunjung mendaki Gunung Kaba untuk tidak mendekati kawah karena hujan lebat dan intensitas angin cukup kencang. “Kalau hujan dan angin kencang tidak mempengaruhi intensitas gunungnya,” katanya.

Namun, hujan dan angin mempengaruhi genangan air di dalam kawah. “Kalau hujan lebat muncul Low Frekuensi yakni gempa disebabkan karena air yang menggenang di kawah,” paparnya.

Oleh sebab itu, jika ada pengunjung yang naik diharapkan tidak mendekati kawah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk gempa vulkanik, tambah Sigit, tidak terjadi peningkatan. “Kalau gempa Vulkanik normal kadang sehari tidak ada, kadang sehari ada satu atau dua kegempaan dan masih normal,” papar Sigit.

Terpenting, tambahnya, jika memang ada pendaki selain tidak mendekati kawah juga memperhatikan kondisi jalan yang licin dan antisipasi pohon tumbang.

“Memang cuacanya ekstrem, selain hujan dan angin kencang di atas sini (kawasan Gunung Kaba) kondisi pendakian licin karena guyuran hujan,”tambahnya.

Dibagian lain, kepala Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Basuki mengaku, intensitas hujan dan angin kencang terjadi di kota Curup tetap diwaspadai masyarakat akan terjadinya pohon tumbang dan tanah longsor.

“Kita tetap menghimbau agar warga berhati-hari terhadap longsor apalagi yang berada di kawasan rawan longsor, kemudian waspada batang tumbang. Sejauh ini belum ada laporan adanya bencana baik banjir, tanah longsor maupun batang tumbang terjadi di Rejang Lebong,” katanya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita