oleh

Pendaftaran CPNS 2019 Melalui Situs SSCASN

Yang Dibutuhkan 197.117 Posisi, Honorer K2 Protes

LINGGAU POS ONLINE – Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Jumlah formasi yang akan dibuka sebanyak 197.117 posisi. Pendaftaran dimulai pada 11 November 2019 mendatang.

Hal itu tertuang dalam Pengumuman No: B/1069 /M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah yang ditandatangani oleh Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo. “Rekrutmen kali ini dibuka pada 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah,” ujar Tjahjo di Jakarta, Senin (28/10).

Seperti pada rekrutmen sebelumnya, pendaftaran rekrutmen CPNS dilakukan pada _website_ SSCASN BKN (sscasn.bkn.go.id). Satu orang pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada rekrutmen CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang telah terbukti menekan angka kecurangan dan percaloan. Rencananya, SKD akan dilakukan pada Februari 2020 dan dilanjutkan dengan Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) pada Maret 2020.

Untuk selanjutnya, pengumuman terkait syarat pendaftaran dan lain-lain akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi masing-masing. Menteri PAN-RB mengimbau agar calon pelamar berhati-hati terhadap kemungkinan adanya penipuan terkait seleksi CPNS 2019. “Tidak ada satu orang atau pihak manapun yang bisa membantu kelulusan,” jelas Tjahjo.

Keputusan pemerintah tersebut menuai protes honorer. Ketua Umum Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan langkah ini tidak adil. Sebab, tidak mengakomodasi kepentingan honorer. “Formasi CPNS begitu fantastis. Ada 197 ribu posisi. Tetapi, tidak ada ruang khusus buat K2. CPNS terus dibuka untuk umum. Lama-lama K2 akan tersingkir karena kebutuhan pegawai sudah tertutupi,” ujar Titi.

Selain itu, lowongan CPNS dibuka ketika ada honorer K2 yang karirnya tidak jelas, meski sudah lolos seleksi PPPK. Hingga saat ini, honorer yang lulus tes PPPK awal tahun, masih belum melalui tahap pemberkasan. Sehingga mereka belum bisa bekerja. “Ini adalah kabar duka buat K2. Anak-anak yang baru lulus, jadi PNS. Sementara dan K2 yang sudah mengabdi lama tidak dipakai lagi,” paparnya. Dia mengaku sudah mengirimkan surat Tjahjo Kumolo. Titi berharap ada audiensi terkait nasib para honorer tersebut. (*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita