oleh

Pencarian Perekam Suara Kokpit Jet Lion Air yang Macet Dilanjutkan

JAKARTA – Indonesia akan meluncurkan upaya pencarian baru pada hari ini, Selasa (8/1) untuk menemukan perekam suara kokpit dari jet Lion Air yang menabrak Laut Jawa pada bulan Oktober.

Kecelakaan jet Boeing 737 MAX pertama di dunia dan yang paling mematikan pada 2018, menewaskan 189 orang di dalamnya.

“Jika cuacanya baik, kapal akan mulai berangkat hari ini,” Ketua Komisi Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) Soerjanto Tjahjono, dilansir lama, Channel NewsAsia.

Penyelidik pekan lalu mengatakan, mereka berencana untuk menggunakan kapal angkatan laut untuk pencarian baru ‘kotak hitam’ kedua jet yang jatuh setelah upaya 10 hari yang didanai oleh Lion Air gagal menemukan perekam suara kokpit (CVR).

Sebuah sumber KNKT, yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, kepada Reuters bahwa tim akan memiliki tujuh hari menggunakan kapal KRI Spica untuk menemukan CVR, yang dapat menyimpan petunjuk penting yang memberi para penyelidik wawasan tentang tindakan pilot jet yang terkutuk itu.

Ketika ditanya lebih jauh terkait batas waktu pencarian perekam suara kokpit dari jet Lion Air tersebut, Tjahjono pun menolak berkomentar.

Dapat Diketahui, kontak dengan penerbangan JT610 hilang 13 menit setelah lepas landas pada 29 Oktober dari ibukota Jakarta menuju utara ke kota penambangan timah Pangkal Pinang.

Adapun kotak hitam lainnya, perekam data penerbangan ditemukan tiga hari setelah kecelakaan.

Laporan pendahuluan oleh KNKT berfokus pada pemeliharaan dan pelatihan maskapai penerbangan dan respons sistem anti-bangkai Boeing terhadap sensor yang baru saja diganti tetapi tidak memberikan alasan bagi kecelakaan itu. (der/fin)

Rekomendasi Berita