oleh

Pencaker Malas Melapor Pasca Membuat AK-1

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Angka Pencari Kerja (Pencaker) di Kabupaten Musi Rawas (Mura) alami peningkatan. Dibuktikan dengan meningkatnya jumlah warga mengurus Kartu Kuning atau Antar Kerja (AK-1) di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Jika sebelumnya hanya lebih kurang lima orang yang mengurus AK-1, satu bulan terakhir ini mengalami peningkatan hingga 20 orang perharinya yang datang untuk membuat AK-1.

Bahkan terdata, Pencaker yang terdaftar pada Disnakertrans Mura Tahun 2016 terdapat 851 orang pencari kerja, tahun 2017 tercatat 1.166 orang, sementara Januari hingga Juli 2018 ada 479 orang.

Sedangkan untuk tenaga kerja yang melapor dan diterima pada 2017 berjumlah 100 orang, sementara Januari hingga Juli 2018 sebanyak 39 orang. Jumlah tersebut, tidak sebanding dengan jumlah Pencaker yang terdaftar di Disnakertrans.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kabupaten Mura, Yapan Slamat melalui Kasi Penta Kerja, Herwanto mengatakan meningkatnya Pencaker ini karena banyaknya warga yang sebagian besar baru tamat SMA ingin bekerja keluar daerah, terutama ke pulau Jawa, di bandingkan tetap bekerja di kampung halamannya sendiri.

Sayangnya Pencaker yang sudah mengambil AK-1, malas untuk melapor ke Disnakertrans ketika sudah diterima kerja.

“Memang hampir semua Pencaker setelah mendapatkan kartu AK-1 susah untuk melapor ke kami, bahwa sudah diterima di perusahaan atau di tempat mereka melamar kerja,” kata Herwanto kepada koran ini, Rabu (15/8).

Proses pembuatan AK-1 diakuinya tidak begitu lama. Jika persyaratannya sudah lengkap maka 15-20 menit langsung bisa dicetak. Disamping pembuatan AK-1, maka Disnakertrans juga memberikan layanan lainnya seperti pembuatan surat keterangan persyaratan paspor guna bekerja keluar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Kita juga menyediakan layanan lainnya, seperti pembuatan surat keterangan persyaratan pembuatan paspor Pencaker yang ingin bekerja keluar negeri (TKI),” imbau Iwan sapaannya.

Herwanto berharap kedepannya, semua Pencaker harus melapor setelah diterima. Sebab, apabila Pencaker melapor pihaknya mudah melakukan pendataan, berapa yang sudah bekerja dan yang belum.

Seorang Pencaker, Ania (22) warga Pesenan Kecamatan STL Ulu Terawas saat mengambil AK-1 di Disnaker menjelaskan, dirinya baru mau mengambil AK-1 dan baru mau melamar di Pulau Jawa.

“Saya baru mau membuat AK-1 belum bekerja, dan ikut kakak untuk melamar di Jawa. Mungkin yang tidak melapor itu terkendala dengan jarak yang jauh,” ucap Ania sambil meminta tanda tangan kepada Herwanto. (04)

Rekomendasi Berita