oleh

Penandatangan MoU Kemenkumham Wilayah Sumsel

LINGGAU POS ONLINE, ULAK LEBAR – Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Sumatera Selatan (Sumsel) dengan Walikota Lubuklinggau, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau di Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Senin (30/1).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, Kemenkumham Wilayah Sumsel Sudirman D Hury, Kalapas Kelas IIA Lubuklinggau Imam Purwanto, Dandim 0406 Musi Rawas-Lubuklinggau-Muratara Letkol KAV Dodi Syamsurizal, Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Edi Nugroho, Direktur RSUD Siti Aisyah dr H Mast Idris Usman, dan para ASN lainnya.

Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar dalam pidatonya menyampaikan, ini adalah wujud pemerintah pelayanan kepada masyarakat Kota Lubuklinggau.

“Mudah-mudahan dengan adanya silaturahmi ini, berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan harapan kita semua,” ucapnya.

Ini adalah salah komitmen bagi Pemkot Lubuklinggau kepada masyarakat. Bentuk kepeduliannya. Sementara, Kemenkumham wilayah Sumatera Selatan, Sudirman D Hury menyampaikan, ia sangat bersyukur pendatangan MoU tersebut.

“Materi dari MoU ini sudah sesuai dengan teknisnya, yang penting dengan niat kita. Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Pemkot Lubuklinggau terhadap Kalapas Lubuklinggau,” ujarnya

Ia menegaskan, terhadap Lapas Kota Lubuklinggau, harus mengapresiasikan dan memberi pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Kalau pelayanan baik, seperti pengajian, musik, seni, dan lain-lain. Para napi tidak stres, dan akan berubah pada keluar nanti,” harapnya.

Kalapas Lubuklinggau, Imam Purwanto, mengatakan maksud dan tujuan penandatanganan ini, dalam rangka mempererat silaturahmi.

“Dengan adanya acara seperti ini, hubungan antar kekeluargaan kita terjalani, dan semakin erat,”terangnya

Lanjutnya, Lapas Lubuklinggau mempunyai pesantren, bertujuan membina para napi untuk ke jalan yang benar.

“Dengan adanya pesantren, para napi rajin salat, mengaji. Dan menuju ia ke jalan yang benar,” jelasnya

Salah satu naskah MoU, yaitu pengawalan saat melakukan pembinaan, selalu intens dan koordinasi dengan pihak Polres untuk pengamanan.

“Ada lagi pengamanan pada Hari Raya Idul Fitri dan meminta bantuan kepada Kapolres dan Dandim Lubuklinggau,” ungkapnya.(20)

Komentar

Rekomendasi Berita