oleh

Penambang Emas Tanpa Izin Tewas

LINGGAU POS ONLINE, SUKAMENANG – Dua orang Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) tertimpa reruntuhan, Sabtu (7/7) sekitar pukul 13.05 WIB. Seorang meninggal, dan satu orang lagi mengalami luka pada bagian kaki.

“Keduanya warga Dusun Pusan, Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. PETI yang meninggal bernama Sukendi karena kepalanya tertimpa reruntuhan batu, dan yang luka parah bagian kaki bernama Iwan,” jelas Direktur PT DNS, Boyke saat dihubungi Linggau Pos, kemarin.

Evakuasi terhadap kedua korban dibantu tim PT DNS. Menurut Boyke, ini sudah korban meninggal yang kelima sepanjang operasional PT DNS.

“Mereka menggali lubang dengan linggis. Kejadian diketahui oleh security PT DNS pukul 13.05 WIB setelah mendapat laporan dari teman-teman korban sesama PETI,” terang Boyke.

Korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka, sementara korban luka awalnya divisum ke Puskesmas Karang Jaya, lalu dirawat di RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

Korban meninggal memakai seragam PT DNS, padahal dia bukan karyawan atau mantan karyawan PT DNS. Kemungkinan dia mendapat seragam dari saudara atau temannya yang bekerja di PT DNS.

Boyke merasa amat bersedih dengan kejadian ini.

“Ya jelas kami bersedih dan turut berduka melihat ada korban yang meninggal di wilayah tambang kami. Tolong kalau bisa, hal ini jadi peringatan terakhir bagi PETI,” tutur Boyke.

Sejauh ini, ia menerangkan nyaris setiap lahan produksi PT DNS kerap ditambang oleh PETI.

Tapi, kata Boyke, lokasinya berganti-ganti, dan menambang di lokasi yang ada emasnya.

“Setiap hari puluhan, bahkan ratusan PETI menambang. Sering kami halau dengan peringatan, termasuk dikasih edukasi, risikonya jadi PETI. Kami minta mereka keluar. Namun, di jam-jam tertentu saat kami lengah, mereka masuk lagi. Sejauh ini kami sudah melakukan upaya, memberikan peringatan dan edukasi,” imbuh dia.

Namun, Boyke menduga, sekalipun diberi larangan, karena ada pemodalnya alias karena ada yang berkepentingan dan mendapatkan keuntungan, jadi PETI nekat saja.

“PETI ini pekerja. Layaknya buruh. Kalau hasil pasti memang saya kurang tahu. Pemodal ini dugaan saya ada yang dari Sukamenang, ada juga dari luar,” imbuhnya.

Mengenai yang meninggal, imbuh Boyke, tim PT DNS juga yang mengantar ke rumah duka. Termasuk korban yang luka, PT DNS yang mengevakuasi langsung ke RS Siti Aisyah.

Kabar meninggalnya seorang PETI, juga mengejutkan Sekda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), H Abdullah Makcik.

“Yang jelas kami turut berduka cita. Namun, penting diketahui Pemkab Muratara sudah menetapkan tidak boleh ada lagi PETI atau penambangan liar dikelola oleh masyarakat. Kita sudah menghimbau. Karena ini sangat berbahaya dan melanggar hukum,” tegas H Abdullah Makcik.

Menurut H Abdullah Makcik, yang penting diingat keselamatan diri si PETI itu.

“Ini sudah kejadian yang ke sekian kali. Kami harap masyarakat mau belajar,” tegas Abdullah.

Ia juga akan langsung berkoordinasi dengan Camat Karang Jaya supaya jangan ada lagi penambang-penambang ilegal ini Kabupaten Muratara.(02)

Rekomendasi Berita