oleh

Pemukiman Terancam Longsor

LINGGAU POS ONLINE – Warga Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merasa was-was, karena puluhan rumah tempat tinggalnya terancam masuk ke sungai.

Kondisi ini sudah berlangsung lama dirasakan oleh warga apalagi pada saat musim banjir, imbas tanah longsor akibat terjangan air luapan Sungai Rawas. Mirisnya lagi, hingga sekarang belum ada tanda-tanda dari pemerintah untuk membuat tembok penahan tanah.

Apabila tidak cepat diambil tindakan, maka bukan hanya rumah dan jalan terancam terjun ke sungai.

Aliseman (45) salah satu pemilik rumah menceritakan bahwa dulunya antara rumah dengan bibir sungai kisaran puluhan meter, namun diakibatkan terjangan air saat banjir membuat tanah tersebut longsor.

“Kalau sekarang hanya tinggal menunggu waktu saja untuk nyemplung ke sungai dan bahkan dapur sudah dirobohkan,” ungkapnya.

Dijelaskannya sebenarnya takut saat berada di dalam rumah, namun mau bagaimana lagi karena kondisi mesti memberanikan diri. Dan sekarang hanya bisa pasrah dan berserah kepada Allah SWT.

“Secara jujur takut saat berada di dalam rumah, apalagi pada saat malam hari. Jika musim kemarau tidak terlalu was-was, namun jika pada hujan sungai Rawas meluar sangat khawatir,” jelasnya.

Aliseman menyayangkan kondisi longsor tersebut sudah berlangsung lama, akan tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda dari pemerintah ingin membuat tembok penahan agar tempat tinggalnya bisa terselamatkan.

“Kita sangat menyayangkan belum ada tanda-tanda akan dibangun tembok penahan, dulu pernah bupati Muratara datang melihat kondisi ini akan tetapi belum ada tindak lanjut,” bebernya, sembari menambahkan jangan sampai sudah menelan korban jiwa atau rumah masuk sungai baru dibangun.

Senada Armadi (36) salah satu pemilik rumah berharap agar pemerintah dapat membangun bronjong atau tembok penahan tanah, supaya bisa menyelamatkan tempat tinggal kami.

“Kami sangat berharap sesegera mungkin agar dibangun bronjong, karena apabila lambat maka rumah kami akan terjun ke sungai, sebab jaraknya tinggal sejengkal dengan bibir sungai,” harapnya.(fji)

Rekomendasi Berita