oleh

Pemkot Tingkatkan Pendapatan dari Sektor Pajak

PENJABAT Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi mengatakan pendapatan per kapita Kota Lubuklinggau meningkat dibandingkan tahun 2017 yakni dari Rp 13.494.511 menjadi Rp 26.221.858 pada 2018, serta indeks pembangunan manusia dari 73,57 persen menjadi 73,97 persen pada 2018.

Untuk itu pemerintah, dilanjutkannya, akan terus berupaya menekan angka kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran yang ada di Kota Lubuklinggau. Dalam perencanaan pembangunan, lanjut Riki, tentu perlu sumber pembiayaan yaitu salah satunya melalui pajak.

Peserta konsultasi publik di Op Room Moneng Sepati, Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara,
Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2016 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah. Tentunya hal ini perlu ditindaklanjuti dengan Perda.

“Sebelumnya saya sudah koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, karena sesuai PP tersebut ditetapkan pajak yakni pajak reklame, air tanah, PBB P2 serta pajak hotel dan restoran, hiburan penerangan, jalan, pajak sarang walet dan PPHTB,” jelasnya.

Tentu sebagai kota barang dan jasa, hal ini bisa dioptimalkan dengan sebaik mungkin untuk mendongkrak pendapatan pajak Kota Lubuklinggau. dia mengharapkan perangkat daerah dapat mendukung untuk dapat meningkatkan sektor pajak ini.

“Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus dipersiapkan, baik petugas pajak dan bisa memanfaatkan Sat Pol PP, karena bisa bersama-sama menegakkan aturan daerah tentang kewajiban pajak,” katanya.

Selain itu, kemajuan zaman seperti berkembangnya teknologi secara pesat ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak sektor pajak.

“Misalnya pemungutan pajak secara online, bisa mencegah kebocoran seperti adanya kongkalikong petugas pajak dengan wajib pajak,” tegas Riki Junaidi. (13)

Rekomendasi Berita