oleh

Pemkot Review dan Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi MR

PEMERINTAH Kota Lubuklinggau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, bersama Dinkes Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), laksanakan kegiatan review dan evaluasi pelaksanaan imunisasi Campak Rubella (MR) tingkat Kota Lubuklinggau. Kegiatan dilaksanakan di Op Room Moneng Sepati Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (4/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Sekda Kota Lubuklinggau H A Rahman Sani, Kepala Dinkes Idris, Perwakilan Unicef Sumsel Jannah Fitria dan perwakilan Dinkes Sumsel, Yusri.

Selain kegiatan review dan evaluasi dilaksanakan juga penguatan sosialisasi kepada para camat, lurah dan Kepala SD di Kota Lubuklinggau, dengan tujuan dilanjutkan sosialisasi di lingkungan kerja masing-masing. Kegiatan ini juga berkaitan dengan Imunisasi Campak Rubella yang masih menuai penolakan di berbagai lokasi.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengimbau camat, lurah, dan kepala sekolah agar dapat lebih menguatkan sosialisasi ini kepada masyarakat dan para orang tua siswa. Tujuannya agar dapat dilaksanakan dengan baik kepada anak-anak dan melindungi anak-anak.

Diakui Nanan sapaan akrabnya, ada dua penyebab pihaknya kesulitan melaksanakan program vaksin MR. Pertama adanya isu mengandung babi. Saat ini isu tersebut sudah diluruskan oleh MUI, yang sudah mengeluarkan fatwa memperbolehkan pemberian vaksin MR. Kedua isu kematian. Sementara satu botol vaksin bisa untuk 8-10 orang.

“Kalaupun ada isu kematian, ya 8-10 orang tersebut yang mati,” jelas Nanan.

Melalui kegiatan ini Pemkot bersama Dinkes Provinsi menyosialisasikan kembali sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pihak sekolah, terutama sekolah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Pertama kita minta Kemenag juga ikut gencar memberikan pemahaman dan menyosialisasikan kembali, pentingnya vaksin MR. Kedua kita minta Puskesmas dan Posyandu untuk tetap jemput bola memberikan vaksin MR bagi anak-anak yang belum di vaksin. Kita juga mengimbau, siapa yang belum di vaksin dan mau, segera ke Puskesmas terdekat,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinkes sejak Agustus hingga September 2018, sudah 62 ribu anak yang sudah diimunisasi, atau sekitar 62 persen dari target sebanyak 68 ribu anak.

Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Idris mengakui ada lebih kurang tujuh sekolah di bawah naungan Kemenag yang menolak untuk dilakukan vaksinasi MR, Sedangkan untuk sekolah-sekolah dibawah Dinkes Kota Lubuklinggau merata sudah dilakukan imunisasi MR. Ia berharap, perpanjangan waktu hingga akhir Oktober mendatang mampu memenuhi target sasaran imunisasi.

Sementara dr Jeanita mengungkapkan ada 10 anak dari salah satu sekolah yang menderita campak. Dari kesepuluh anak tersebut hanya tujuh anak yang bersedia dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan hasilnya lima diantarnya positif Rubella. (rfm)

Rekomendasi Berita