oleh

Pemkot dan TP PKK Bagikan Makanan Tambahan

Sekaligus Screening dan Psikotes Kecerdasan Anak

Tim Penggerak (TP) PKK Kota Lubuklinggau melakukan kunjungan ke SDN 77 Ulu Malus Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Senin (14/01). Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan screening dan psikotes kecerdasan anak usia sekolah.

Tim Dinkes Kota Lubuklinggau disaksikan Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Sri Haryati Sulaiman mengecek kesehatan mulut anak didik di mengukur tinggi badan salah seorang pelajar di SD Negeri 77 Ulu Malus Kelurahan Belalau I Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Senin (14/01).

Program ini akan dilakukan selama satu tahun dengan memberikan makanan tambahan bagi siswa di empat SD yang terpilih. Tingginya tingkat stunting pada usia anak secara nasional menjadi tugas TP PKK Lubuklinggau untuk mencegahnya terjadi di Lubuklinggau.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Yetti Oktarina Prana mengatakan, pemberian makanan tambahan akan dilakukan seminggu sekali. Anak-anak akan diberi makanan yang mengandung protein hewani dan nabati, serta karbohidrat pengganti nasi.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Sri Haryati Sulaiman dan rombongan saat mengunjungi SD Negeri 77 Ulu Malus Kelurahan Belalau I Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Senin (14/01).

“Karena nasi ternyata mengandung begitu banyak zat gula. Nantinya di sekolah akan dibuat kebun yang ditanami tanaman pengganti nasi, di sini dibutuhkan kerja sama dari pihak sekolah, untuk mengurus kebun tersebut,” ungkapnya.

Keberhasilan program ini akan dilihat dari hasil screening kecerdasan dan pertumbuhan siswa. Jika terjadi peningkatan, artinya program ini berhasil dan dapat dilakukan ke sejumlah SD lainnya di Kota Lubuklinggau.

Rombongan PKK Kota Lubuklinggau juga sempat mengintip kantin SDN 77. Ada beberapa pedagang makanan yang menjual jajanan bagi siswa di sekolah tersebut.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, dan Wakil Ketua I TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Sri Haryati Sulaiman, rombongan TP PKK Kota Lubuklinggau, foto bersama dengan kepala sekolah dan guru SD Negeri 77 Ulu Malus Kelurahan Belalau I Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Senin (14/01).

Ketua TP PKK menilai jajanan yang dijual pedagang sudah cukup baik, karena diolah sendiri. Meski begitu, kemasan masih menjadi catatan karena pedagang masih memanfaatkan plastik.

“Mungkin bisa diganti daun pisang, karena sampahnya mudah terurai dan bisa menjadi pupuk kompos. Kalau plastik, penguraiannya membutuhkan waktu hingga 50 tahun,” ujarnya.

Selain SDN 77, tiga SD lain yang menjadi percobaan program ini, yakni SDN 76 Kelurahan Petanang Ilir, SDN 83 Kelurahan Marga Rejo, dan SDN 68 Kelurahan Rahmah.(rls)

Rekomendasi Berita