oleh

Pemkot Berjuang Kuota CPNSD Ditambah

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani memastikan pelaksanaan tes CPNSD tahun 2018 dipusatkan di Kota Palembang. Hal ini bukan karena panitia daerah tidak siap, namun terfokus ke Palembang karena menjadi tanggung jawab BKN Sumsel.

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sudah menyiapkan anggaran, termasuk sistem komputerisasi dengan meminjam komputer di laboratorium sekolah-sekolah. Namun, untuk jadwal hingga saat ini masih belum dipastikan dari Kemenpan RB maupun BKN.

“Pastinya tunggu selesai Pilkada,” tegas Rahman Sani.

Menurut Rahman Sani, Pemkot Lubuklinggau saat ini masih memperjuangkan jumlah kuota yang ditetapkan. Mengingat kuota yang diberikan Kemenpan RB sangat sedikit, yaitu 170 sesuai dengan jumlah ASN yang pensiun di tahun 2018.

Jumlah ini masih belum memenuhi kebutuhan ASN di lingkungan Pemkot Lubuklinggau, pasalnya selama tiga tahun Pemkot Lubuklinggau tidak mengadakan penerimaan CPNSD.

“Tiga tahun ada moratorium jadi tidak ada penerimaan, kalau hanya 170 masih kurang. Sementara pengajuan kita 508 baik untuk guru, kesehatan, maupun teknis,” ungkap Rahman Sani.

Sementara Kabid Pengangkatan dan Pemberhentian BKPSDM Kabupaten Musi Rawas, Wiwik mengungkapkan pihaknya hingga saat ini masih belum menerima Juknis dari Kemenpan-RB, mengenai penerimaan CPNSD.

“Karena sampai saat ini, Juknis terkait penerimaan CPNSD belum kita terima. Kalaupun ada, pasti kita umumkan. Kalau sekarang kita belum bisa memastikan,” tegas Wiwik.

Kalaupun pihaknya mendapatkan Juknis dan formasi, ia membenarkan kalau pelaksanaan tes akan dilaksanakan di Kota Palembang. Dengan alasan, sarana dan prasarana yang ada saat ini tidak memadai.

“Sementara kalau dilaksanakan di BKN Palembang, sarana komputer serta listrik sudah sangat memadai,” ungkapnya.

Mengenai pengajuan, sudah mereka lakukan awal tahun.

“Karena setiap awal tahun, kita memang mengajukan kebutuhan formasi. Formasi yang kita ajukan, sesuai dengan usulan yang kita ambil dari kebutuhan masing-masing OPD. Tahun 2018 ini, sudah kita ajukan sebanyak 516. Karena yang pensiun saja kalkulasinya sampai 1.511 orang,” ungkapnya.

Formasi yang mereka ajukan pun merata, mulai dari tenaga kesehatan, pendidikan dan strategis.

“Karena kebutuhan di sana pun merata, makanya ketiga-tiganya kita ajukan,” jelasnya. (07)

Rekomendasi Berita