oleh

Pemkab ‘Tutup’ PT SAS

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) terhadap  PT Selatan Agung Sejahtera (SAS), disimpulkan telah terjadi pelanggaran berupa pembuangan limbah cair tanpa izin ke Sungai Kelingi. Maka Pemkab Mura mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional PT SAS.

Pemberhentian operasional PT SAS mulai Selasa (4/9), hingga permasalahan ini selesai dimintai untuk memperbaikinya dan pemulihan selama 60 hari. Hal itu disampaikan Asisten I Setda Mura, EC Priskodesi, saat memimpin rapat dalam pembahasan hasil Sidak tim Pemkab Mura dan pembahas rencana unjuk rasa masyarakat Kecamatan Tuah Negeri, soal pembuangan limbah.

Rapat berlangsung di ruang Bina Praja Kantor Pemkab Mura, dipimpin langsung oleh Asisten I Priskodesi dan dihadiri oleh Manager PT SAS Rudi Haryanto, Kepala Dinas Lingkungan Hukum (DLH) Mura Hermeruddin, Camat Tuah Negeri Badarudin dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkab Mura.

“Kami berikan sanksi berupa pemberhentian sementara operasionalnya. Sebagai mana dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup,” ungkap EC Priskodesi.

PT SAS diminta bersedia menanggung seluruh biaya kompensasi kerugian yang disebabkan oleh unsur kelalaian atau unsur disengaja itu. Serta tidak akan menuntut ke pihak manapun.

“Kami minta PT SAS menanggung seluruh biaya, sebagaimana surat pernyataan 14 Agustus 2018. Karena saat kami Sidak kemarin (14/8) ditemukan limbah PT SAS itu mengalir ke Sungai Kelingi,” ungkapnya.

Mengenai warga yang terkena dampak limbah PT SAS itu ditanggung oleh PT SAS. Karena, ada anak-anak terkena penyakit bintik-bintik merah di kulitnya.

Manager PT SAS, Rudi Haryanto meminta maaf kepada masyarakat Desa Lubuk Rumbai dan sekitarnya yang terkena dampak tercemarnya limbah pembuangan PT SAS.

“Kejadian ini bukan kami sengaja, kalau kami sengaja maka pasti akan kami bersihkan Sungai Kelingi itu. Memang pipa limbah sengaja dipasang, karena pembuangan limbah memang harus ke sungai,” terang Rudi Haryanto.

Dikatakan Rudi Haryanto, PT SAS mempunyai 23 kolam penampungan dan yang mengalir ke sungai itu kolam nomor 14. Jika masyarakat ingin menuntut atas kerugiannya, ia tanggung jawab sesuai semampunya.

“Kami bersedia menanggung seluruh biaya kerugian yang disebabkan oleh unsur kelalaian ini semampu saya. Pernyataan ini secara pribadi bukan dari perusahaan,” ujarnya.

Rudi menjelaskan, sebenarnya ia tidak mau PT SAS disetop operasionalnya. Namun, karena ini perintah dari Pemkab Mura, maka ia menurut saja. (dlt)

Rekomendasi Berita