oleh

Pemkab Musi Rawas Bentuk Delapan Juru Pemelihara Benda Cagar Budaya

LINGGAUPOS.CO.ID – Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA) serta aneka ragam budaya yang tersebar di 14 Kecamatan 13 Kelurahan dan 186 Desa.

Kasi Sejarah Nilai-Nilai Tradisional dan Musium Purbakal Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Musi Rawas, Rusdi menjelaskan, dengan kondisi itu, menjadi nilai tersendiri dalam menata dan mempertahankan nilai nilai budaya dan peninggalan – peninggalan yang ada di Musi Rawas.

“Terakhir, salah satu Aset budaya yang ditemukan yaitu di situs Bingin Jungut, yakni situs peninggalan purbakala diperkirakann abad ke 10 Masehi berupa peninggalan arkeologi seperti batu bata candi, Kepala Kala, wadah wadah keramik/tembikar, benteng tanah dan lain-lain,” jelasnya.

Dijelaskannya, di Bingun Jungut pada 1992 ditemukan patung /Arca Budha yang sekarang disimpan di Musium Bala Putra Dewa Palembang dan  Arca Awalokiteswara yang di simpan di Musium Nasional Jakarta.

“Wilayah Situs Bungin Jungut ini terdiri dari du lokasi, yang dibatasi oleh Sungai Musi. Baru baru ini yang ditemukan berupa batu bata, Arca Arca kecil serta lesung dari tanah,” tambahnya.

Dikatakan, Rusdi Berdasarkan UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya bahwa setiap benda Cagar Budaya wajib dijaga dan dilestarikan supaya menjadi warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia, dapat meningkatkan Harkat dan martabat bangsa melalui cagar budaya, memperkuat kepribadian bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

“Pada pasal pasal 19 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang yang memiliki dan/atau menguasai cagar budaya paling lama 30 hari sejak diketahui Cagar Budaya  yang dimiliki dan/atau dikuasainya rusak/hilang atau musnah wajib melaporkannya kepada Instansi yang berwenang di bidang Kebudayaan, atau Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Instansi terkait,” tambahnya.

Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sudah membentuk Juru Pemelihara Benda Cagar Budaya (Jupel BCB) sebanyak delapan orang yang terdiri dari tujuh orang dibentuk Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan satu orang langsung dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi, yaitu Bastari.

Adapun, JuPel BCB Kabupaten Musi Rawas:

  1. Cagar Budaya Kepala Kala, Sutarman, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Keling
  2. Cagar Budaya Situs Bingin Jungut, Ismawati, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Keling
  3. Cagar Budaya Rumah Pangeran Roes, Nurul Huda, Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan
  4. Cagar Budaya Masjid Raudhatul Sa’adah, Syamsurizal, Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan
  5. Cagar Budaya Makam Kramat Jogil, Amir Syarifudin, Kelurahan Selangit, Kecamatan Selangit
  6. Cagar Budaya Rumah Bari, M. Tabrani, Kelurahan Terawas, Kecamatan STL Ulu Terawas
  7. Cagar Budaya Makam Jago Pati, Cik Wan, Desa Tanah Priuk, Kecamatan Muara Beliti
  8. Cagar Budaya Situs Lubuk Pauh, belum ada jupel, Desa Lubuk Pauh, Kecamatan BTS Ulu.(*)

Rekomendasi Berita