oleh

Pemilik 0,047 Gram Sabu Dituntut 9 Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE – Darmawan alias Alom (23) dituntut sembilan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rodianah SH di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (28/8) siang.

“Terdakwa dituntut sembilan tahun penjara dengan denda Rp800 juta, subsider enam bulan penjara,” jelas JPU Rodianah.

Dalam persidangan itu, terdakwa yang merupakan warga Jalan Garuda RT 2 Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat II hanya bisa terduduk lesu saat JPU Rodiay menyatakan sah bersalah karena telah melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU menginformasikan kepada Lingga Pos, tuntutan yang dijatuhkan telah seadil-adilnya, mengingat hal-hal yang memberangkatkan bahwa terdakwa telah melanggar program pemerintah dalam pemusnahan narkoba, serta dapat merusak generasi muda dan dapat meresahkan masyarakat, sedangkan hal yang meringankan, sebelumnya terdakwa belum pernah di hukum, dan ia mengakui kesalahannya.

Seusai pembacaan tuntutan, sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Syahreza Papelma SH didampingi Anggota Hakim Yuliana SH dan Tatap Situngkir SH dengan Panitera Pengganti (PP) Emi Huzaimah SH menyatakan kepada terdakwa atas tuntutan yang ditujukan terhadap dirinya.

“Terdakwa, barusan JPU menyatakan tuntutan yang dijatuhkan, apa terdakwa menerima atas tuntutan yang dijatuhkan oleh JPU,” tanya Syahreza Papelma.

Kemudian Darmawan menjawab, “Mohon meminta keringanan hukuman pak Ketua Majelis Hakim, saya menyesal dan tidak akan mengulanginya kembali,” kata Darmawan.

Setelah itu Ketua Majelis Hakim mempertanyakan kepada JPU atas pledoi yang diajukan, dan JPU Rodianah menjawab, tetap pada tuntutannya. Kemudian Majelis Hakim mengetuk palu persidangan tanda sidang ditunda hingga Rabu (4/9) pekan depan dalam agenda putusan.

Dalam persidangan pembacaan dakwaan, terungkap kronologis kejadian yang menyeret terdakwa ke jeruji besi, karena Minggu 31 Maret 2019 sekitar pukul 23.30 WIB di Kelurahan Tanjung Indah anggota Satres Narkoba dapat informasi tentang adanya jaringan pengedar narkoba di lokasi tersebut.

Polisi lalu melakukan penyelidikan. Sesampai di lokasi petugas melihat terdakwa. Mereka lalu menyamar menjadi pembeli dan mendatangi lokasi yang sering dipakai terdakwa bertransaksi. Polisi melihat terdakwa dan berpura-pura memesan narkoba jenis sabu.

Setelah sabu di tangan, polisi langsung menangkap Darmawan, lalu menggiringnya ke Mapolres Lubuklinggau dengan barang bukti sabu 0.047 gram. (*)

Laporan Gery Cipta Sebangun

 

Rekomendasi Berita