oleh

Pemilihan Ketua RT 03 Puncak Kemuning Diduga Curang

linggau pos online – Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 03 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II pada Selasa (9/7) lalu, diduga curang. Pasalnya ada warga dari RT 02 diperbolehkan memilih di RT 03.

Pada saat itu, pemilihan Ketua RT pada nomor urut 1 Ali Birin memperoleh suara sebanyak 60 suara, dan nomor urut 2 Susanti memperoleh suara sebanyak 59 suara. Dengan perselisihan suara tersebut, tentunya menjadi ganjalan akibat ada warga lain yang diperbolehkan untuk memilih di lain wilayah.

Seperti dikatakan Susanti, nomor urut 02 saat ditemui di kediamannya, Selasa (23/7) menjelaskan sampai saat ini dirinya tidak terima atas pemilihan tersebut. Dan meminta pemilihan ulang.

Kemudian saat itu, setelah selesai pemilihan pada Kamis (11/7) pukul 10.00 WIB dirinya mendapatkan telepon dari panitia bahwa pukul 13.30 WIB untuk hadir mengikuti rapat di kantor Lurah.

Tetapi dalam waktu rapat tersebut, sempat terjadi saling lempar melemparkan apa yang dipermasalahkan. Selanjutnya, ketua panitia tidak bisa memutuskan sehingga Lurah yang memberi putusan itu.

Tetapi, dirinya tidak setuju dengan apa yang Lurah putuskan karena itu sangat mengganjal dalam hatinya, dan Lurah pun memberi pilihan supaya di diskualifikasi. Tetapi calon nomor urut 1 Ali Birin dia tidak mau, sehingga rapat tersebut ditunda.

“Setelah rapat itu ditunda, dalam satu minggu saya tidak ada panggilan. Dan saya pun datang ke kantor Lurah, tetapi Lurah tidak ada. Kemudian saya datang ke rumah panitia, yakni Bustomi dan ia tidak ada juga di rumah untuk menanyakan bagaimana sanggahan saya tersebut,” kata Susanti.

Melihat itu, dirinya mendatangi ke rumah ketua panitia, yakni Sugiono Latif. Dan ketua panitia bilang, bahwa keputusan itu ada sama Lurah, dan mereka belum rapat,serta akan diadakan rapat dulu antara panitia.

“Tetapi pada Senin (22/7) tiba-tiba saya mendapatkan surat dari Lurah bahwa bahwa Ali Birin menang tanpa dilakukan rapat ulang. Jelas sekali saya terkejut, dan saya tidak terima berarti sanggahan saya itu tidak penting,” jelasnya.

Terpisah Lurah Puncak Kemuning, Parhan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya melaksanakan rapat ulang pada Jumat (19/7). Dalam rapat tersebut pihak calon Ketua RT yang bersangkutan memang tidak diundang, karena tidak ada kewenangannya lagi.

Namun, mengenai ada warga RT 02 yang memilih hak suaranya di RT 03, itu kewenangan rombongan panitia. Karena kelurahan hanya memfasilitasi saja.

“Itu keputusan panitia yang berhak, boleh apa tidaknya warga lain yang memilih yang bukan di wilayahnya,” kata Parhan.

Menurutnya, jika dibandingkan pemilihan umum itu diatur oleh Undang-Undang. Sedangkan pemilihan RT ini diatur oleh Perwal, berdasarkan kesepakatan bersama-sama.

“Jika saja saya ingin menunjukkan tidak ada pemilihan RT juga bisa, karena Perwal sekarang Lurah yang membuat SK-nya, bukan lagi Camat,” ucapnya.

Ketua Panitia Pemilihan RT 03, H Sugiono Latif juga mengatakan terkait hal itu pihaknya sudah melakukan rapat bersama dan sudah diputuskan bahwa calon RT 03 nomor urut 1 Ali Birin dinyatakan menang.

Setelah itu, pihaknya tidak tahu lagi untuk proses selanjutnya. Karena sudah diserahkan semua kepada Lurah.

“Terkait ada warga RT 02 memilih di RT 03 kami tidak tahu, karena kami tidak kenal warga tersebut dan kami bukan warga di sana. Karena saat pemilihan tidak ada warga yang memberitahu, bahwa warga tersebut bukan warga RT 03,” kata Sugiono.

Maka untuk proses selanjutnya pihaknya tidak bisa memutuskan, apakah pemilihan ulang atau tidak. Karena keputusan ada di Lurah, tugasnya sudah selesai.

“Kami sudah konsultasi dengan Camat, tetapi camat juga memutuskan bahwa lanjutkan. Setelah itu, kami rapat panitia kembali bahwa memutuskan nomor urut 1 dinyatakan menang, karena jika dilakukan pemilihan ulang tidak mungkin lagi,” jelasnya.

Ditambahkan, warga RT 02 yang memilih di RT 03, Us (45) membenarkan bahwa dirinya memilih di RT 03, karena disuruh oleh Fitri dengan Eka (majikannya) yang berdomisili di RT 03. Dikarenakan Eka tidak ada di tempat, atau di luar kota maka diwakilkan dengan dirinya.

“Saya disuruh majikan saya, mau tidak mau saya mencoblos Ali Birin. Kalau saja saya tidak disuruh, maka saya tidak mau juga,” kata Us.

Menurut Us, setelah pemilihan itu dirinya sudah datang ke kantor Lurah dan temui stafnya untuk membatalkan mata pilihnya. Tetapi, pihak kelurahan tidak ada keputusan dan tidak mau membatalkannya, serta ia ingin meminta nomor handphone Lurah pun tidak dikasih.

“Saya sudah meninggalkan nomor handphone saya dengan staf kelurahan, tetapi pihak stafnya meminta nomor handphone Eka saja. Dia tidak membolehkan saya untuk meminta nomor handphone Lurah,” jelasnya. (dlt)

Rekomendasi Berita