oleh

Pemerkosa Anak Kandung Divonis 19 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis pelaku pemerkosaan anak kandung Yau Wani (51) dengan hukuman 19 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 3 bulan penjara.

Vonis dibacakan Ketua Majelis Andi Barkan dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (1/3/2021).

Vonis yang diberikan Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Vina sebelumnya.

Dalam sidang itu Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan dibantu Hakim Anggota, Lina Safitri dan Ferdian Martin dengan Panitera Pengganti (PP), Rahmat Wahyudi.

Ketua Majelis Hakim PN Lubuklinggau, Andi Barkan dalam vonisnya menyampaikan bahwa berdasarkan fakta-fakta di persidangan, terdakwa secara sah melanggar Pasal 81 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 76 D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Andi Barkan menegaskan, hal yang memberatkan karena terdakwa adalah ayah kandung korban, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban trauma dan ketakutan. Bahkan perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan.

Ketua Majelis Hakim, Andi Barkan lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut. Secara lisan baik terdakwa maupun JPU sudah menerima hasil putusan tersebut.

Sekedar mengingatkan, pemerkosaan dilakukan terdakwa sejak korban masih SD. Modusnya, korban disuruh ibu tirinya tidur di kamar sendirian. Dikarenakan kamar tersebut sebelumnya ditempati kakak tirinya.

Namun sejak kakak tirinya menikah, kamar tersebut kosong. Sehingga korban tidur di kamar tersebut. Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB korban terkejut dikarenakan ayah kandung (tersangka) mengangkat tubuhnya dari kasur dan diletakkan di lantai, sambil mengancam akan membunuh kalau tidak menuruti keinginannya.

Semula korban berusaha melawan dan menolak. Karena kalah tenaga dan takut dengan ancaman tersangka, akhirnya korban pasrah. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka kembali mengancam akan membunuh korban, apabila menceritakan perbuatannya itu kepada ibunya (istri tersangka, red) atau keluarga ayah kandung korban dan orang lain.

Setelah berhasil melakukan aksinya pertama, minggu berikutnya tersangka terus melakukan perbuatan bejat kepada korban. Hingga terakhir dilakukan tersangka pada Kamis 22 Oktober 2020 sekira pukul 04.00 WIB. Ketika itu korban kembali tidur di kamarnya, tiba-tiba tersangka kembali masuk kamar. Padahal sebelumnya pintu kamar sudah terkunci dan saat itu tersangka mengulangi perbuatannya.

Sejak kejadian tersebut korban merasa gelisah dan selalu ketakutan. Seminggu kemudian korban mengirimkan pesan melalui Messenger FB ke kakak tirinya di Kabupaten Lahat. Lalu korban menceritakan kejadian yang dialaminya.

Keesokan harinya kakak tiri korban langsung menjemput dan mengajaknya tinggal di Lahat. Setelah keluarga tahu kemudian melaporkan kejadian ke Polres Lubuklinggau. Atas laporan tersebut anggota Unit PPA dan Tim Macan Polres Lubuklinggau meringkus tersangka yang saat itu sedang santai di rumahnya. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita