oleh

Pemerintah Perbanyak Program Bagi Pencaker

2018 Angka Pengangguran Berkurang

Kurun waktu 3 tahun tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat signifikan. Upaya Pemkot Lubuklinggau dalam menekan angka pengangguran di Kota Lubuklinggau patut diberikan apresiasi. Bagaimana upayanya?

Laporan Daulat, Watervang

Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya berdasarkan laporan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), antara kurun waktu 2014 ke tahun 2017.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat disebabkan semakin banyaknya masyarakat, yang masuk Angkatan Kerja sehingga menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Lubuklinggau.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Lubuklinggau, Purnomo menyampaikan, bahwa jika dilihat dari laporan data BPS Provinsi Sumsel tersebut, terjadi peningkatan masyarakat yang bekerja selama Agustus 2015 sampai dengan Agustus 2017.

Hal ini disebabkan, terdapat tiga lapangan usaha yang membuat peningkatan penyerapan penduduk yang bekerja.

“Yaitu pada sektor perdagangan, penyediaan makan minum dan akomodasi, maupun sektor jasa kemasyarakatan dan sektor industri,” jelasnya, Senin (8/1).

Dengan adanya tiga sektor tersebut, lanjut Purnomo, berdampak pada penuturannya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 12.31 % menjadi 4,00 dengan mayoritas pengangguran berusia 24 tahun, ini bukan kepala rumah tangga dan baru tamat sekolah.

Data yang pihaknya merangkum berdasarkan indikator untuk TPAK, tahun 2013 (65,13), tahun 2014 (63,79), tahun 2015 (63,39), tahun 2016 (61,08) dan tahun 2017 (69,10).

Sedangkan untuk TPT, pada tahun 2013 (6,85), tahun 2014 (7,17), tahun 2015 (6,80), tahun 2016 (12,31), dan tahun 2017 (4,00) yang disertai analisis singkat tentang fenomena yang terjadi.

“Alhamdulillah, pencapaian ini suatu hasil yang saya rasakan, lumayan ada pengurangan pengangguran di Kota Lubuklinggau ini. Data yang kita punya bukan kita yang mengeluarkan tapi ada badan yang mengeluarkannya yaitu Badan Pusat Statistik (BPS),” terangnya.

Sementara itu salah seorang warga yang lagi mengurus kartu kuning, Sapiran (25) saat dibincangi mengaku, dari pagi ia mengurus kartu kuning untuk melamar pekerjaan di salah satu perusahaan swasta di Lubuklinggau.

“Tentunya senang kini mengurus kartu kuning tidak perlu menunggu lama, terlebih pembuatannya tidak dipungut biaya sepeser pun,” tuturnya.(20)

Komentar

Rekomendasi Berita