oleh

Pemerintah Empat Lawang Gagal Tertibkan PKL

LINGGAU POS ONLINE- Upaya Pemerintah menertibkan Pedagang kaki Lima (PKL), dinilai gagal lantaran tidak menuai hasil. Terbukti masih banyaknya PKL yang ‘bandel’ masih menggelar lapak disepanjang trotoar jembatan Pasar Pulau Emass Tebing tinggi.

Padahal imbauan dan peringatan larangan untuk tidak berjualan di jembatan pulo emass sudah di pasang oleh pemerintah, namun larangan tersebut tidak digubris sama sekali oleh para PKL, malah semakin banyak yang berjualan dan lokasi jembatan semakin semerawut.

Tidak hanya membuat lokasi jembatan semerawut, kehadiran PKL juga menyebabkan banyaknya tumpukan sampah dibawah jembatan. Hal ini membuat warga khususnya pengunjung resah, lantaran sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap. Belum lagi kehadiran Angkutan Desa (Angdes) yang sering parkir sembarangan, tambah membuat lokasi jempatan semakin semerawut dan macet.

“Padahal PKL maupun para sopir angdes sudah sering ditertibkan, namun mereka tetap saja kembali ‘melawan’ peraturan – peraturan yang ada,” kata Yuli salah seorang warga Tebing tingg, Rabu (25/9).

Sejauh ini Lanjutnya, pemerintah telah menyiapkan lapak untuk PKL. Namun sejak selesai dibangun belum pernah ditempati oleh pedagang.

Senada Herman, warga lain juga mengatakan pemerintah dinilai gagal mengatasi permasalahan PKL.

Sementara Plt Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diaperindag) Empat lawang, Abdul Motholib melalui Kabid Perdagangan, Kamirun membenarkan situasi pasar yang semberawut dan PKL yang tidak mau diatur.

“Memang pulau emass sekarang semerawut karena PKL yang bandel dan tidak mau di atur. Kami pun terus memohon kepada penegak perda yakni Sat PolPP untuk terus melakukan penertiban. Sayangnya harus kita akui, kendala untuk melakukan penertiban,” ungkap Kamirun.

Disperindag lanjutnya saat ini sudah berkoordinasi dengan Pol – PP selaku penegak perda tersebut , namun saat ini terhalang banyak kendala gang dihadapi diantaranya kendala anggaran untuk penertiban.

“Terutama terkendala anggaran,” tegasnya.

Laporan Kayan Manggala

Rekomendasi Berita