oleh

Pemeriksaan 48 Saksi Belum Terungkap

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar pemeriksaan terhadap 48 saksi di Mapolres Cirebon Kota, Cirebon, Jawa Barat, yang diduga terkait kasus jual beli jabatan dan gratifikasi yang menjerat Bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, belum bisa memberikan keterangan terkait pemeriksaan tersebut. Pasalnya, dirinya mengaku belum menerima informasi rinci dari penyidik mengenai pemeriksaan yang digelar sejak Senin (14/1) lalu itu.

“Saya belum dapat informasi terkait pemeriksaannya. Data dan bukti baru pun masih dipelajari,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi reporter Fajar Indonesia Network (FIN) di kantornya, Jakarta, Kamis (17/1).

Terkait kabar yang menyebut akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut, dirinya belum bisa berbicara lebih jauh. Sebab jika benar akan ada tersangka, KPK tidak dapat membeberkannya sebelum penetapan tersangka resmi dilakukan.

“Kalau ada calon tersangka tentu tidak akan pernah disampaikan. Bisa saja disampaikan kalau penyidikan sudah dilakukan dan informasi resmi sudah dimiliki,” tukasnya.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Yaitu, Bupati Cirebon periode 2014-2019 Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto. Keduanya diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Cirebon, Jawa Barat, pada 24 Oktober 2018 lalu.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan 2 orang sebagai tersangka. Diduga sebagai penerima SUN. Diduga sebagai pemberi GAR,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, 25 Oktober 2018 lalu.

Sunjaya diduga menerima aliran dana dari Gatot sebesar Rp100 juta. Uang tersebut diduga sebagai imbalan atas mutasi dan pelantikan Gatot. Alasannya, sebagai tanda terima kasih Gatot kepada Sunjata. Dana diserahkan usai Gatot dilantik Sunjaya sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.

Selain itu, KPK juga mengamankan sejumlah bukti saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan pada 24 Oktober 2018 lalu. Yakni, uang sebesar Rp385.965.000 dengan rincian, Rp116 juta dalam pecahan seratus ribu, serta Rp269.965.000 dalam pecahan lima puluh ribu. Bukti ini yang menjadi dugaan dasar bahwa ada gratifikasi selain yang diberikan Gatot kepada Sunjaya.

Status Gatot Rachmanto kini telah ditingkatkan menjadi terdakwa. Hal ini sejalan dengan persidangannya yang telah digelar di Pengadilan Tipikor, Bandung, Jawa Barat.

Atas perbuatannya, Sunjaya selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/fin/ful)

Rekomendasi Berita