oleh

Pemdes Kelola Wisata Curug Tinggi

Didatangi Wisatawan Sejak 1980

LINGGAU POS ONLINE, TABA REMANIK – Pemerintah Desa (Pemdes) gencar mengelola objek wisata air terjun Curug Tinggi. Pasalnya ini merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Musi Rawas (Mura). Letaknya berada di Desa Taba Remanik Kecamatan Selangit.

Kini pihak Pemdes sedang membangun pondok tempat pengunjung istirahat atau vila. Dengan tiga pondok akan dibangun menggunakan cor beton melalui dana APBD.

Menuju objek wisata alam air terjun Curug Tinggi ini, para wisatawan bisa melalui transportasi menggunakan kendaraan roda dua. Kondisi jalan dilalui mencapai 2 Kilometer (Km) dengan kontur tanah perbukitan dikelilingi hutan dan perkebunan warga. Sehingga pengunjung hendak menikmati pemandangan alam air terjun Curup Tinggi membutuhkan waktu 10 menit perjalanan.

Suasana obyek wisata air terjun Curug Tinggi masih sangat alami, meski untuk menuju lokasi harus melalui medan perbukitan dan batu terjal. Namun setelah melihat langsung air terjun, rasa lelah terasa hilang, karena pesona air terjun sangat indah dan juga terdapat gua dan pepohonan besar yang rindang.

Kepala Dusun (Kadus) I Desa Taba Remanik, Junaidi mengakui saat liburan seperti hari raya Idul Adha, pengunjung datang ke air terjun pemandian mencapai 150 orang.

“Ada empat air terjun yang besar maupun kecil. Kalau yang besarnya ada dua lokasi dengan ketinggian antara 30 meter hingga 50 meter. Sedangkan yang kecil ketinggiannya mencapai 20 meter,” jelas Junaidi kepada Linggau Pos, Kamis (23/8).

Junaidi menyebutkan air terjun Curug Tinggi sudah lama ada. Mulai dilirik dan didatangi wisatawan sejak tahun 1980. Tetapi paling ramai ini semenjak tahun 2017 lalu sejak Kabupaten Mura dipimpin Bupati, H Hendra Gunawan.

“Ramainya pada Sabtu dan Minggu. Pengunjung berasal dari Kabupaten Mura, Lubuklinggau, Muratara, Curup, Empat Lawang, bahkan para turis pun sudah pernah ke sini,” ucap Junaidi menambahkan para wisatawan jika mau ke Curug Tinggi tidak dipungut biaya. Hanya membayar parkir Rp 2 ribu.

Soal keamanan, Junaidi menyatakan terjamin. Walaupun Curug Tingginya berada dalam kawasan hutan.

“Adanya objek wisata air terjun Curug Tinggi ini, bisa menambah pendapatan warga. Banyak warga berjualan. Kami  berharap agar Pemkab Mura lebih memperhatikan khususnya membangun sejumlah fasilitas umum agar dapat menarik minat pengunjung,” harapnya.

Salah seorang pengunjung dari Kota Lubuklinggau, Rezky (24) mengakui keindahan Curug Tinggi masih alami sekali. Tidak ada satu pun buatan manusia.

“Air terjunnya alami dan airnya segar dan dingin. Jika datang ke sini tidak bermain air maka sangat rugi sekali,” kata Rezky.

Rezky mengusulkan agar ada penambahan fasilitas WC umum, dan tempat ganti baju untuk pengunjung jika habis berenang.(04)

Rekomendasi Berita