oleh

Pembunuhan Direncanakan Sebulan

CURUP – Tersangka Jamhari Muslim (33) diduga sudah sebulan merencanakan pembunuhan terhadap mantan istrinya Hasnatul Laili (35) dan dua anaknya. Hal ini terungkap dalam rekonstruksi yang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Rekonstruksi digelar, Kamis (31/1) dimulai pukul 10.00 WIB. Dilaksanakan lebih dari satu jam di TKP, yakni rumah korban di Kelurahan Talang Ulu Curup Timur.

Rekonstruksi dijaga petugas Polres Rejang Lebong dibantu petugas Polsek Curup dan Brimob bersenjata lengkap.

Aksi pembunuhan itu terjadi Minggu (12/1) sekitar pukul 05.00 WIB. Korbannya Hasnatul Laili (35) dan dua anaknya Meilan Miranda (16) dan Chika Ramadhani (10).

Berdasarkan data rekonstruksi, awalnya Minggu dinihari tersangka berjalan kaki mendatangi rumah korban. Melalui pintu samping yang dalam kondisi terkunci, tersangka berhasil masuk menggunakan kunci cadangan.

Kemudian mencongkel pintu dapur. Tersangka langsung mengambil kayu yang disiapkan sekitar satu bulan yang lalu di dalam rumah korban.

Sembari menunggu korban bangun, tersangka duduk di kursi. Sekitar pukul 05.00 WIB korban Asnatul Laili terbangun dan keluar kamar. Oleh tersangka langsung dipukul di kepala lebih dari dua kali.

Korban masih melakukan perlawanan, bahkan sempat merebut kayu dan sempat memukul tersangka. Kendati tersangka kembali berhasil merebut kayu dan kembali memukul korban.

Korban Asnatul Lalili sempat lari ke dapur sembari berteriak. Namun tersangka langsung mencekik dan membungkam mulut korban.

Teriakan korban Asnatul Laili didengar anak sulungnya Meilan.
Meilan keluar dari kamar sembari membawa ponsel dan pisau mendekati tersangka yang mencekik ibunya.

Tersangka melepaskan cekikan terhadap korban Asnatul Laili, kemudian mendekati Meilan dan merebut pisau. Ia juga memukul kepala Meilan menggunakan kayu hingga pingsan.
Bersamaan itu, korban Asnatul Laili sempat kembali sadar dan berusaha lari ke kamar. Namun tersangka mengejar dan terjadi perlawanan. Namun tersangka mencekik, serta menusukkan pisau ke arah leher kanan korban Asnatul Laili.

Memastikan korban Asnatul Laili tewas. Tersangka mendekati korban Meilan dan memukul bagian kepala belakang Meilan menggunakan kayu, serta menusuk punggungnya dua kali.

Setelah Meilan dan ibunya dihabisi. Korban Chika keluar dari kamar berteriak minta tolong.

Tersangkapun mengejar Chika dan memukul bagian kepala menggunakan kayu serta melilitkan kabel di lehernya, hingga memastikan Chika sudah tidak bernyawa.

Dipastikan ketiga korban tewas, tersangkapun mengumpulkan ketiganya ke kamar Asnatul Laili. Sebelum pergi tersangka juga sempat membuka celana Meilan dan mencabuli korban.

Kemudian Jamhari Muslim mengambil gelang dan cincin di tangan korban Asnatul Laili, uang Rp600 ribu dan tiga unit ponsel di dalam kamar. Ia juga mengunci kamar menggunakan gembok.

Sebelum meninggalkan rumah, tersangka mengambil jilbab dan celana korban di dalam kamar korban serta kunci mobil yang tergantung di dekat pintu.

Selanjutnya, tersangka dan meninggalkan rumah menggunakan mobil jenis APV yang terparkir di depan rumah korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup.

Sementara itu, pantauan Linggau Pos lantaran rumah korban berada di pinggir jalan kawasan jalan lintas Curup-Lubuklinggau, petugaspun menggunakan setengah badan jalan dengan memberikan garis polisi agar warga yang ingin menyaksikan tidak mendekati lokasi rumah korban.

Ratusan warga yang diduga merupakan warga sekitar rela menunggu sejak pagi kedatangan tersangka untuk menjalani rekonstruksi. Saat iring-iringan kendaraan polisi membawa tersangka memasuki depan rumah korban wargapun meneriaki korban.

“Woiii…woiii huuuu…,” ucap warga.

Teriakan yang samapun terjadi saat tersangka selesai menjalani rekonstruksi dan kembali dibawa ke Polres Rejang Lebong. Meski banyak warga yang menyaksikan di pinggir jalan, namun tidak terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan.

Dijelaskan Kabag Ops Polres Rejang Lebong, Arie Yansyah, dalam rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga dengan tersangka tunggal Jamhari Muslim diperagakan sebanyak 45 adegan mulai tersangka memasuki rumah hingga meninggalkan rumah dengan membawa kendaraan milik korban.

“Ada 100 personel yang kita turunkan di-backup Brimob satu regu, untuk mengamankan rekonstruksi ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, sesuai dengan keterangan saksi-saksi dan tersangka dan dari BB dan alat bukti yang ditemukan di TKP, ada persesuaian tersangka saat melakukan tindak pidana itu.

“Reka ulang dilaksanakan untuk membuat terang lagi tindak pidana, ini merupakan metode penyidik dalam melakukan pemeriksaan,” papar Arie.

Setelah melaksanakan rekonstruksi ini, sambung Arie, penyidik segera melengkapi berkas dan koordinasi dengan kejaksaan.

“Kalau nanti berkas lengkap oleh jaksa nanti akan ada P21 dan tahap dua menyerahkan tersangka ke jaksa berikut barang buktinya,” tambah Arie.

Kasat Reskrim, AKP Jery Nainggolan terkait adanya adegan tersangka mencabuli korban Meilan mengatakan, “Sesuai adegan saja,” singkat Jery.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nurdianti, yang mengikuti proses rekonstruksi saat dikonfirmasi menjelaskan, pasal yang disangkakan pada tersangka kasus pembunuhan Jamhari Muslim kemungkinan akan ditambah.

“Kalau pasalnya mungkin akan kami tambah karena itu ada anak-anak umur 16 tahun dan 8 tahun ditambahkan Pasal 76 C UU Perlindungan Anak jo Pasal 80 ayat 3, tadi juga ada Pasal 365 juga,” kata Nurdianti.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan lantaran belum menerima berkasnya.

“Kita lihat nanti saja, kita belum terima berkas,” tegasnya.

Menurutnya, perbuatan tersangka saat menghabisi korbannya cukup sadis.

“Sadis, kalau masalah hukuman nanti. Kan baru menjalani rekonstruksi. Kalau kita lihat dari rekonstruksi ada tiga pasal yang dikenakan ada pasal 340, kemudian pasal 338 dan 365, kemungkinan nanti kami tambah pasal lagi yang perlindungan anak,” paparnya.

Soal ancaman hukuman, tambah Nurdianti belum bisa ditentukan namun bisa hukuman mati. (sam)

Rekomendasi Berita