oleh

Pembunuh Putonaki, Dihukum 20 Tahun Bui

LUBUKLINGGAU – Jumedi (25) warga Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat II dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan terhadap Ujang Putih alias Putonaki (43) warga Jalan Kebun Sari No.7, RT 4 Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Oleh Majelis Hakim yang diketuai Hendri Agustian, dengan Hakim Anggota Ferdinaldo dan Tatap Situngkir, memvonis Jumedi 20 tahun penjara. Atau melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Vonis ini, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya, yang sebelumnya menuntut 18 tahun kurungan penjara.

Hal-hal yang memberatkan, menurut majelis hakim, perbuatan terpidana Jumedi telah menghilangkan nyawa orang lain, meresahkan masyarakat dan tidak ada perdamaian antara terpidana dan keluarga korban.

Atas putusan ini, terpidana yang didampingi penasihat hukumnya dari Posbakum Lubuklinggau, Darmansyah, menyatakan menerima.

Awalnya setelah ditanya hakim atas vonis tersebut, Jumedi tampak menemui kuasa hukumnya. Setelah komunikasi sekitar tiga menit. Kemudian melalui kuasa hukumnya, Jumedi menyatakan menerima putusan yang sudah dijatuhkan majelis hakim.

JPU Ayu Soraya yang diwakili Nanda juga menyatakan menerima vonis tersebut.

Adapun, kronologi kejadiannya yang membuat Jumedi harus berurusan dengan aparat penegak hukum berawal pada 22 Juli 2018 sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Garuda Hitam.

Saat itu terdakwa yang merupakan penjual mi sedang berada di tempat jualannya, tidak lama kemudian datang Putonaki menggunakan sepeda motor melintas di depan lapak terdakwa dan berkata “Oe Medi” dan dijawab oleh terdakwa “Mampir dulu mang”.

Selanjutnya, korban langsung turun dari motor dan mendekati terdakwa, melihat korban turun dari motor terdakwa langsung mendekati korban dan berkata “Ini nah luko aku belum kering”.

Maka, terdakwa langsung mencabut pisau yang ada di pinggangnya dan menusuk korban di bagian dada kirinya.

Akibat tusukan itu korban langsung terjatuh, ternyata terdakwa telah kalap sehingga melakukan penusukan berulang-ulang kali.

Tapi, korban masih sempat menangkis tikaman terdakwa, dan mengakibatkan terdakwa tergeletak di atas jalan dengan berlumuran darah.

Melihat warga berdatangan terdakwa langsung berlari dengan membawa pisau itu ke arah makam pahlawan, dan langsung membuang pisau tersebut ke Sungai Kelingi. Setelah itu terdakwa menyerahkan diri ke pihak kepolisian Lubuklinggau Barat. (aku)

Rekomendasi Berita