oleh

Pembunuh Janda Terancam 15 Tahun Penjara

AKP Wahyu Maduransyah.

“Apabila ada permasalahan diselesaikan dengan cara musyawarah. Jangan menggunakan kekerasan hingga menyebabkan korban nyawa….”

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Angga Saputra Tunggal (35) pembunuh janda Almh Rafaina Wati (40) terancam pasal berlapis. Tersangka melanggar pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Hal ini disampaikan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Maduransyah, Sabtu (21/4).

Sementara Angga, tersangka pembunuh janda anak tiga itu masih ditahan di Mapolres Lubuklinggau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Senin (23/4) nanti, tersangka yang merupakan Honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Musi Rawas yang beralamat di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lubuklinggau untuk mengikuti proses sidang.

“Insya Allah, Senin (23/4) tersangka akan kita limpahkan karena berkas sudah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan,” kata AKP Wahyu Maduransyah.

Lebih lanjut, AKP Wahyu menjelaskan, dengan adanya kejadian ini kepada warga Lubuklinggau untuk lebih bisa menahan emosi, dan apabila ada permasalahan diselesaikan dengan cara musyawarah. Jangan menggunakan kekerasan hingga menyebabkan korban nyawa.

“Selain itu, kepada masyarakat Lubuklinggau apabila menjadi korban, ataupun mengetahui adanya tindak kejahatan untuk segera melaporkan ke polisi agar bisa ditindaklanjuti. Begitu juga apabila ada oknum yang meresahkan,” jelasnya.

Kejadian pembunuhan yang dilakukan Angga terhadap Almh Rafaina terjadi 13 Maret 2018 lalu. Kini, saksi bisu kejadian mengenaskan itu yakni rumah Rafaina di Gang Ansor, Jalan Patimura, RT 04, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II pun kini tak berpenghuni. Rumah permanen bercat pink itu dibiarkan kosong.

Rumah berhalaman luas itu tertutup rapat. Pintu depan digembok. Tidak ada satupun keluarga ataupun anak korban ada di rumah.

Amir, anak korban yang masih SMA juga tak lagi tinggal di rumah tersebut. Saat Linggau Pos berkunjung, tetangga di depan rumah korban sedang memperbaiki pintu rumahnya.

“Memang sudah ditinggal, tidak ada lagi anak ataupun keluarga korban yang menetap di rumah itu,” kata Anton.

Disinggung pindah ke mana anak korban?

“Kalau itu, saya tidak tahu ke mana anaknya pindah, pastinya rumahnya kosong setelah kejadian pembunuhan itu,” jelasnya singkat.

Dari informasi yang didapat Linggau Pos, diduga Amir saksi yang pertama kali mendapati sang ibu tergeletak bersimbah darah kini tinggal bersama sang kakak. (03)

Rekomendasi Berita