oleh

Pembuatan SIM Melonjak

LINGGAU POS ONLINE, DEMPO – Mungkin ini dampak dari Operasi Zebra digelar 1 November 2017. Pemohon pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Mapolres Lubuklinggau melonjak cukup signifikan.

Kasat Lantas, AKP Sukirman didamping Bripka Piter mengatakan bahwa mayoritas pengendara terjaring razia tak memiliki SIM. Ia menyebutkan Operasi Zebra dilaksanakan baru delapan hari berpengaruh dengan meningkatnya pemohon pembuatan SIM, roda dua maupun kendaraan roda empat di Polres Lubuklinggau.

“Selama ini memang ada peningkatan jumlah pemohon SIM, dibandingkan pada hari biasa. Sebelum operasi Zebra ini kalau hari biasa jumlah pemohon SIM sekitar 30 orang per harinya. Sejak ada Operasi Zebra jumlah pemohon SIM meningkat per harinya mencapai 50 orang sampai 70 orang,” jelas Sukirman.

Ia menyebutkan untuk syarat buat SIM antara lain fotokopi KTP, dan Tes Kesehatan. Untuk penerbitan SIM A baru Rp 120 ribu, dan perpanjangan Rp 80 ribu. Penerbitan SIM B1 baru Rp 120 ribu dan perpanjangan Rp 80 ribu. Penerbitan SIM BII baru Rp 120 ribu dan perpanjangan Rp 80 ribu.

Penerbitan SIM C baru Rp 100 ribu dan perpanjangan Rp 75 ribu. Penerbitan SIM C I baru Rp 100 ribu dan perpanjangan Rp 75 ribu. Penerbitan SIM C II baru Rp 100 ribu, dan penerbitan Rp 75 ribu. Penerbitan SIM D (Khusus penyandang cacat) baru Rp 50 ribu dan perpanjangan Rp 30 ribu.

“Peningkatan pembuatan SIM di Polres Lubuklinggau yaitu kebanyakan dari swasta,” tambahnya.

Untuk itu, Sukirman berharap masyarakat sadar akan pentingnya pembuatan SIM, karena SIM adalah salah satu syarat penting harus dimiliki oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

“Tentunya kami harapkan kepada masyarakat tak hanya adanya Operasi Zebra untuk membuat SIM, karena SIM itu suatu kewajiban sebelum mengendarai atau memiliki kendaraan,” paparnya.

Sementara itu Baur SIM Polres Musi Rawas, Aipda Kopran Mariadi menyampaikan selama melakukan Operasi Zebra sepekan, masyarakat berbondong-bondong melakukan pembuatan SIM.

“Memang beda dengan hari sebelumnya, sebab masyarakat yang membuat SIM memang takut dengan Razia, tapi kalau sebelumnya sekitar 40 % dari ini,” kata Kopran Mariadi, kemarin.

Untuk jumlahnya, sambung dia, belum tahu karena belum melakukan perekapan. Tapi untuk tingkat antusias masyarakat sekitar 50 % – 60 % setelah dilakukan Operasi Zebra.

“Setelah diadakan Operasi Zebra sangat meningkat, berharap kedepan masyarakat tanpa diadakan Razia wajib mempunyai SIM. Sebab SIM itu salah satu persyaratan pengemudi baik roda empat atau dua,” harapnya.

Sedangkan, sambung dia, terkait pembuatan SIM mesti melalui prosedur yang berlaku.

“Sebab setiap prosedur dibuat memang mempunyai tujuan dan harus disepakati. Pembuatan SIM mesti melalui tes, tidak ada titipan jadi memang melalui prosedur berlaku, seperti membawa fotokopi KTP, surat kesehatan,” tutupnya.(CW01/19)

Komentar

Rekomendasi Berita