oleh

Pembobol SDN 45 Diduga Oknum Pelajar

Beraksi Kenakan Seragam Pramuka

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Aksi pencuri yang menggasak perlengkapan belajar dan koperasi di SD Negeri 45 Lubuklinggau ternyata sudah terjadi sejak 2016 lalu. Oleh karena itu, SD yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini dilengkapi dengan empat kamera Closed Circuit TeJeansion (CCTV). Bahkan pagar belakang sekolah langsung didinding beton.

Ini diungkapkan Kepala SD Negeri 45 Lubuklinggau, Lisna Dewi ketika diwawancara Linggau Pos, Sabtu (3/2) pagi.

Mengenai dugaan pelaku orang dalam, Lisna Dewi yakin bukan.

“Saya yakin bukan orang dalam. Karena kami sudah keliling ke kelas-kelas untuk memastikan siapa pelaku ini. Wajah pelaku juga diprint di kertas lalu dipajang di papan pengumuman sekolah,” tutur Lisna lagi.

Sementara itu, Fitri Staf TU SD Negeri 45 Lubuklinggau menambahkan,  pencurian yang dilakukan Orang Tidak Dikenal (OTD) ini sudah tiga kali terjadi.

“Pertama kalinya tahun 2016. Saat itu langsung lapor polisi. Namun belum ada penyelesaian. Nah, tahun 2018 ini sudah dua kali,” jelasnya.

Dalam aksinya itu, dua kali pencurian OTD berhasil mengambil barang milik sekolah.

“Namun, ada satu kali mereka tidak berhasil karena barang di ruangan yang sering dicuri tidak diletakkan di ruangan itu lagi. Ini aksi ketiganya, sepekan lalu,” kata Fitri.

Wanita berhijab ini menjelaskan, tahun 2016 kejadian pencurian itu sekitar 16.02 WIB, Senin (14/11/2016), pencuri itu terekam oleh CCTV berjumlah empat orang.

“Tiga orang masuk ke lokasi satu orang menunggu di luar ruangan, mengawasi. Pencuri itu masuk ke ruangan guru dan berhasil mencuri satu bola voli, satu bola kaki, empat unit raket dan dua unit papan catur. Sehingga sekolah mengalami kerugian senilai Rp 1.500.000,” jelas Fitri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan kejadian itu pihak sekolah sudah melapor ke Mapolsek Lubuklinggau Timur.

Anggota kepolisian pun sudah melakukan pengecekan dan ke lokasi sekolah ke tempat lokasi pencurian.

“Hanya saja pencurinya belum tertangkap,” ucapnya.

Fitri kembali menjelaskan, kemudian kembali lagi terjadi pencurian sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (23/1), diduga pencurinya masih orang lama.

Keempat pencuri itu diduga masih anak SMP atau SMA karena masih muda. Ciri-cirinya, orang pertama mengenakan baju kaos hitam celana pendek Jeans warna biru, orang kedua berbaju putih kaos celana Jeans panjang warna hitam. Orang ketiga, memakai baju kaos warna merah celana Jeans panjang serta orang keempat memakai baju kaos warna hijau serta celana Jeans pendek warna biru.

“Keempatnya, berhasil membawa kabur makanan (jajanan sekolah di ruangan koperasi) yakni seperti roti, wafer, teh gelas, teh Rio, sosis, Beng-Beng, Superstar, agar dan lain-lain. Jika dikalkulasikan senilai Rp 250.000,” ucapnya.

Kejadian kembali terjadi Sabtu (27/1) pukul 16.10 WIB, hanya saja para pencuri tidak berhasil membawa barang curian karena barang-barang koperasi di ruangan sengaja dikosongkan tidak diisi guna mencegah terjadi pencurian.

“Diduga pelakunya pun masih pencuri yang sama. Hanya saja, orang pertama memakai baju Pramuka celana panjang Pramuka memakai topi biru, orang kedua memakai baju coklat celana Jeans hitam panjang, orang ketiga memakai baju kaos dongker dengan lis tangan kanan dan kiri warna merah serta celana panjang Jeans hitam,” paparnya.

Dilihat dari CCTV, pencuri masuk dari pagar terali samping dengan cara memanjat pagar terali yang terhubung ke halaman sekolah sebelah kanan dari ruangan kantor guru.

Setelah, masuk dengan cara melompati pagar, pencuri langsung masuk ke lokasi ruangan koperasi dan ruangan guru. Karena kondisi terali cukup untuk dimasuki tubuh ukuran anak SMP ataupun SMA.

“Memang kejadian, kedua dan ketiga tidak melapor ke polisi. Karena, kejadian pertama sudah melapor namun pencurinya belum berhasil ditangkap,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita