oleh

Pembelian BBM Menggunakan Jeriken Dibatasi

Wajib Kantongi Surat Rekomendasi Disdagperin

LINGGAU POS ONLINE, PASAR PEMIRI – Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), menggunakan jeriken dibatasi maksimal 30 liter. Selain itu, pelaku usaha atau Usaha Kecil Menengah (UKM) harus mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Lubuklinggau.

Kepala Disdagperin Kota Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini kepada wartawan Linggau Pos, Sabtu (18/8) manajemen SPBU dilarang melayani pembelian BBM menggunakan jeriken tanpa ada surat rekomendasi. Hingga saat ini baru 20 pelaku usaha dan UKM yang memiliki surat rekomendasi Disdagperin Kota Lubuklinggau.

Selain surat rekomendasi, pihak SPBU wajib mengutamakan masyarakat yang antre.

“Kalau antrean panjang, jangan layani dulu pembelian lewat jeriken. Utamakan masyarakat yang ngantre,” tegas M Hidayat Zaini.

Ditambahkan M Hidayat Zaini, membuat surat rekomendasi ke Disdagperin Kota Lubuklinggau wajib melengkapi syarat, surat permohonan, dan surat izin usaha. Disdagperin Kota Lubuklinggau sudah menyosialisasikan kebijakan ini ke manajemen SPBU.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lubuklinggau ini berharap SPBU mematuhi kebijakan ini. Hal ini bertujuan untuk mengurangi panjangnya antrean di SPBU, mengingat dampaknya dirasakan langsung masyarakat sekitar SPBU.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya mengakui kebijakan melampirkan surat rekomendasi dalam pembelian BBM menggunakan jeriken tepat. Rodi berharap Disdagperin Kota Lubuklinggau benar-benar mengawasi realita di lapangan, apakah dipatuhi oleh SPBU atau tidak.

“Harus diawasi, apakah dilaksanakan atau tidak. Kalau tidak sanksi apa yang diberikan, kalau tidak apa sanksinya dikwatirkan tidak akan dijalani manajemen SPBU,” ungkap Rodi Wijaya.(07)

Rekomendasi Berita