oleh

Pembangunan Harus Sesuai dengan Perencanaan

Ingin Lubuklinggau Jadi Percontohan

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Indonesia saat ini, disebabkan karena sistem perencanaan pembangunan yang tidak bagus.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lutfi Firmansyah saat menjadi narasumber dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Lubuklinggau Tahun 2019 di Gedung Kesenian, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (26/3).

Acara yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Lubuklinggau dihadiri oleh Penjabat Walikota Lubuklinggau H Riki Junaidi, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya, Direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri Lutfi Firmansyah, Bappeda Provinsi Sumsel Regina Ariyanti, Kasat Kerja PLP Sumatera Selatan (Sumsel) Nofriandi, Kepala Bappeda Litbang Lubuklinggau Hj Farida Ariyani, Kepala Pelayanan Pajak Pratama Lubuklinggau Andreas Parlin, Sekretaris Daerah H A Rahman Sani, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta tokoh masyarakat di wilayah Lubuklinggau.

Bappeda Litbang Kota Lubuklinggau menghadirkan empat narasumber dalam Musrenbang ini. Antara lain, dari Direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri Lutfi Firmansyah, Perwakilan dari Bappeda Provinsi Sumsel Regina Ariyanti, Kepala Bappeda Litbang Lubuklinggau Hj Farida Aryani, Kasat Kerja PLP Sumsel Nofriand, dan Kepala KPP Pratama Lubuk Linggau Rizquna Rasyid.

Menurut Kepala Bappeda Litbang Lubuklinggau, Hj Farida Aryani ada lima skala prioritas kerja secara nasional tahun 2019 mendatang.

Pertama, memprioritaskan pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman. Lalu peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif, pemantapan ketahanan energi, pangan dan sumber daya air, serta stabilitas keamanan dan kesuksesan Pemilu.

Sedangkan untuk isu strategis Kota Lubuklinggau tahun 2019 yaitu, bidang pendidikan dengan meningkatkan ketersediaan dan kualitas layanan, bidang kesehatan dengan meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas layanan kesehatan, bidang penanggulangan kemiskinan dengan berupaya meningkatkan akses masyarakat miskin, peningkatan investasi, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, pemantapan dan pemerataan infrastruktur serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Enam isu strategis tersebut tentu saja saat ini sudah tercapai di Lubuklinggau, akan tetapi akan terus ditingkatkan. Bahkan menjadi skala prioritas untuk tahun 2019 mendatang,” katannya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Kemendagri, Lutfi Firmansyah mengatakan bahwa saat ini banyak sekali kasus OTT yang dialami oleh pejabat pemerintah.

“Saya ingin Sumsel ini tidak seperti provinsi sebelah (Provinsi Bengkulu, red) yang kepala daerahnya ditangkap karena OTT. Kenapa sekarang banyak terjadi OTT, karena sistem perencanaan pembangunannya yang tidak baik. Seharusnya anggaran untuk membangun infrastruktur ini, malah dibelikan untuk keperluan pribadi. Itukan jelas menyalahi. Nah, yang dimarahi itu kita. Karena kita yang bertanggung jawab terhadap Perencanaan Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah di Indonesia ini,”paparnya.

Menurut Lutfi sapaan akrabnya, ada empat arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sumatera Selatan Tahun 2005-2025, yaitu memantapkan pertumbuhan ekonomi dan menegaskan arah pembangunan ekonomi, memantapkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berorientasi pada pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dan pembangunan pemerintahan yang adil, jujur, bersih dan bertanggung jawab.

“Saya ingin Sumsel ini khususnya Kota Lubuklinggau menjadi percontohan untuk pembangunan yang sesuai dengan perencanaan di Indonesia. Karena, saya lihat Kota Lubuklinggau pertumbuhan ekonominya sudah sangat baik. Sehingga, alangkah baiknya kalau berapa tahun kedepan kota ini akan semakin maju dan berkembang lagi,”pintanya.

Penjabat Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi mengatakan bahwa kedepan pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan sesuai dengan skala prioritas yang sudah di proyeksikan saat ini.

“Kita akan tetap melaksanakan program kerja pembangunan sesuai dengan yang sudah direncanakan saat ini. Alhamdulillah, Kota Lubuklinggau semakin maju, kita juga akan fokus untuk menyukseskan Pilkada dan Asian Games untuk tahun 2018,”tutupnya. (06)

Rekomendasi Berita