oleh

Pelayanan RS Muara Beliti Disoroti Dewan

Ketua Komisi III DPRD Musi Rawas, Alamsyah A Manan

…..kita menilai, seperti adanya pembiaran. Padahal, pasca kita ajak rapat dan kami melihat langsung kondisi rumah sakit, pihak Dinkes sudah berkomitmen untuk melakukan pembenahan secepatnya…..

Alamsyah : Tidak Ada Keseriusan Dari Dinkes

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Ketua Komisi III DPRD Musi Rawas, Alamsyah A Manan kembali soroti pembangunan di Rumah Sakit (RS) Muara Beliti. Pasalnya, sudah beberapa kali pihaknya melakukan rapat serta melihat langsung kondisi rumah sakit untuk menindaklanjuti keluhan dari masyarakat, namun sampai saat ini belum ada perubahan.

Hal ini ditegaskannya, lantaran tidak adanya keseriusan dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas, untuk melakukan pembenahan.

“Bahkan kita menilai, seperti adanya pembiaran. Padahal, pasca kita ajak rapat dan kami melihat langsung kondisi rumah sakit, pihak Dinkes sudah berkomitmen untuk melakukan pembenahan secepatnya, agar tidak ada lagi keluhan serta banyak pasien yang mau berobat ke sana. Kita prihatin dengan kondisi ini, dan berharap ada keseriusan kedepannya dari pihak Dinkes untuk segera melakukan pembenahan,” tegas Alamsyah, Minggu (6/1).

Saat pihaknya melaksanakan rapat, sengaja dilaksanakan di sana, agar bertemu langsung dengan seluruh karyawan di sana. Pihaknya ingin mengetahui, apa penyebab pelayanan di RS Muara Beliti tertinggal sangat jauh, dari pelayanan yang ada di Puskesmas setiap kecamatan.

“Kita tanyakan apa yang menjadi kendala mereka selama ini, sehingga pelayanan di RS Muara Beliti sangat minim. Bahkan kebanyakan, pasien tidak mau berobat di sana. Ternyata, semua serba kurang bahkan ada fasilitas atau sarana yang tidak ada sama sekali. Wajar ketika kami rapat di sana, hanya ada empat pasien. Dokter tidak 24 jam, bahkan harus dihubungi dulu kalau ada pasien. Laboratorium, ruang rontgen serta ruang dan perlengkapan hemodialisa tidak ada. Belum lagi kondisi gedung yang terlihat seperti tidak terawat. Semua serba kekurangan, serta butuh perhatian khusus dari eksekutif,” ungkapnya.

Untuk itu ia menegaskan, pihaknya mendesak eksekutif agar serius dalam memaksimalkan pelayanan di RS Muara Beliti tersebut. Lengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai rumah sakit.

“Dari hasil rapat terakhir kemarin, beberapa catatan kita simpulkan untuk segera ditindaklanjuti oleh eksekutif. Pertama segera lengkapi sarana dan prasarana, karena hingga saat ini RS Muara Beliti tidak bisa bekerja sama dengan BPJS. Lengkapi kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi, serta anggarkan insentif dokter yang sesuai dengan standar. Karena sampai saat ini, insentif mereka masih Rp 2,5 juta per bulan,” jelasnya.

Pihaknya menunggu komitmen dari eksekutif, untuk meningkatkan pelayanan RS Muara Beliti. Agar masyarakat tidak harus ke RS Sobirin, yang lebih sering penuh sehingga mereka tidak kebagian kamar.

“Kita tidak akan memanggil atau mengajak rapat lagi, karena percuma kita rapatkan lagi ketika hasil rapat tidak ditindaklanjuti. Kita menginginkan, pasca rapat ada perubahan yang dilakukan. Kedepan, kemungkinan kita akan berkoordinasi langsung dengan Bupati. Kita tinggal menunggu komitmen beliau, untuk meningkatkan pelayanan di RS Muara Beliti,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita