oleh

Pelanggar Lalulintas Didominasi Remaja

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Miris, dari 28 Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) yang terjadi sepanjang 2017 ini, 70 persennya didominasi oleh remaja. Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP Sukiman melalui Kanitlantas Ipda Andika, Senin (11/12).

Lakalantas umumnya terjadi pada kendaraan roda dua. Hanya sebagian kecil yang menimpa pengendara mobil.

“Untuk korban meninggalnya saja 16 orang, luka berat 10 orang, dan luka ringan 14 orang. Kerugian akibat Lakalantas ini Rp 89,4 juta,” kata Andika.

Lebih jelas ia mengatakan biasanya kecelakaan tersebut terjadi karena keteledoran pengendara motor. Seperti ugal-ugalan, menerobos lampu merah, dan tidak memakai helm.

“Dengan memakai helm pengendara dapat melindungi kepala pada waktu berkendara dan dapat mencegah angka kematian akibat Lakalantas. Karena luka yang di bagian kepala sangat berbahaya,” jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan, untuk upaya mengatasi Lakalantas Kanit Lantas Polres Lubuklinggau telah melakukan beberapa upaya. Diantaraya sering melakukan Operasi Zebra, memasang plan, spanduk peringatan, jangan melawan arus, dan memakai helm.

“Karena banyak kecelakaan menimpa remaja khususnya pelajar, maka kami giatkan sosialisasi ke sekolah, safety riding ke kampus, dan dinas pemerintahan,” jelasnya.

Apa yang dilakukan Kanit Lantas Polres Lubuklinggau itu diapresiasi Kepala SMA Negeri 2 Lubuklinggau, Yulianti.

“Karena menurutnya, mayoritas siswa-siswi SMA/MA dan SMK itu belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Sehingga kemampuannya dalam berkendara pun terkadang masih belum maksimal. Dari sinilah, selain melarang mereka yang belum ber-SIM mengendarai sepeda motor, pelan-pelan penting juga diedukasi,” jelasnya.

Sebab, edukasi tentang cara berkendara dinilai penting. Untuk melahirkan generasi muda yang taat dalam berlalu lintas.

Untuk diketahui berdasarkan Undang –Undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengatur, bagi pengendara sepeda motor yang tanpa menyalakan lampu pada siang hari terkena Pasal 293 Ayat (2) jo Pasal 107 (2) dengan denda Rp 100.000.
Bagi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) terkena Pasal 291 Ayat (1) jo Pasal 106 Ayat (8) dengan denda Rp 250.000.

Tak hanya itu, bagi pengendara yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm terkena Pasal 291 Ayat (2) jo Pasal 106 Ayat (8) dengan denda Rp 250.000.

Persyaratan teknis dan laik jalan, diantaranya kendaraan dilengkapi dengan kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, atau alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban Pasal 285 Ayat (1) jo Pasal 106 Ayat (3) dan Pasal 48 Ayat (2) dan Ayat (3) dengan denda Rp 250.000. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita