oleh

Pelamar CPNS Kecewa, 436 Orang Menyanggah

LINGGAU POS ONLINE- Ratusan pelamar CPNS mengajukan sanggahan ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) 16-17 Desember 2019. Sebagian dari mereka menempuh jalan itu, karena merasa kecewa dan keberatan atas ketidaklulusan mereka sesuai pengumuman seleksi administrasi, Senin (16/12).

Seperti disampaikan Dwiki Al Afgani, Selasa (17/12).

“Saya merasa keberatan dan kecewa karena dinyatakan tidak lulus administrasi,” ungkap Dwiki, kemarin.

Dwiki mengaku mengetahui kabar tersebut lewat media online bahwa Ilmu Sosial (Sosiologi) belum sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.

“Karena ada masa sanggah selama 3 hari, makanya saya mendatangi Panitia Seleksi (Pansel) di BKPSDM Lubuklinggau minta kejelasan mengenai hal ini. Kepada Pansel saya jelaskan bahwa saya melamar formasi di Inspektorat Kota Lubuklinggau yang menerima lulusan Strata Satu (S1) Ilmu Sosial Politik (Sospol). Sementara saya merupakan sarjana Ilmu Sosial, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sospol, Universitas Sriwijaya (Unsri), lalu kenapa saya dinyatakan tidak lulus administrasi,” keluhnya dengan nada kecewa.

Namun menurut Dwiki, dua orang Pansel yang menemuinya tidak dapat memberikan jawaban memuaskan, melainkan dijadikan input untuk didiskusikan dengan anggota Pansel lainnya.

Diuraikannya, formasi yang diminta Pansel sebenarnya telah sesuai dengan bidang ilmu kesarjanaan yang dimilikinya.

“Setahu saya tidak ada gelar sarjana Sospol yang ada hanya Fakultas Ilmu Sospol”, ungkap Dwiki dalam kolom sanggahannya ke Pansel.

Sementara di Kota Lubuklinggau, Kabid Pengadaan BKPSDM Kota Lubuklinggau, Ahyar mengungkapkan pada hari kedua hingga pukul 15.00 WIB sudah 59 pelamar yang menyanggah.

Ahyar mengungkapkan, hari terakhir masa sanggah pihaknya baru akan melihat secara keseluruhan sanggahan.

“Besok hari terakhir menyanggah, baru kita lihat secara keseluruhan dan kita jawab semua sanggahan,” ungkapnya.

Sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ralin Jufri melalui Kasi Diklat, Dedi mengungkapkan hari kedua masa sanggah hingga pukul 15.00 WIB ada 102 pelamar yang menyampaikan sanggahan. Masa sanggah masih dibuka, hingga hari ini.

Dari 102 yang menyanggah dilanjutkan Dedi, rata-rata masih kesalahan yang dilakukan oleh pelamar bukan oleh verifikator. Salah satunya, mereka lupa meng-upload ijazah.

“Namun semuanya belum kita verifikasi, karena menunggu penutupan masa sanggah. Nanti setelah ditutup, baru kita cek seluruh sanggahan, dan kita jawab,” tegas Dedi.

Di Muratara sebanyak 285 berkas yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Di masa sanggah ini silakan bagi mereka yang mau menyampaikan sanggahan. Caranya tinggal sampaikan apa yang mereka sanggah, melalui akun saat mereka mendaftar. Nanti Pansel akan menjawab sanggahan mereka melalui akun itu juga. Namun ingat, yang bisa disanggah bukan kesalahan dari peserta seperti kurang berkas dan sebagainya, tetapi kesalahan dari verifikator,” ungkapnya.

Sementara Kabid Pengangkatan dan Pemberhentian BKPSDM Musi Rawas, Wiwik Widianingsih mengatakan sampai saat ini sudah 275 pelamar CPNS yang menyampaikan sanggahan.

“Penutupan masa sanggah sampai besok (hari ini,red). Kemungkinan bisa saja bertambah. Kalau memproses sanggahan dari pelamar CPNS akan dilihat dulu alasan sanggahannya sesuai atau tidak. Misalnya dari sistem yang salah, IPK yang di-upload awalnya benar tetapi ketika disistem salah. Maka hal tersebut bisa diproses dengan menunjukkan IPK di ijazah aslinya. Jika pelamar menyanggah mengenai salah upload dokumen, tidak akan diterima. Karena kesalahan dari mereka sendiri,” tegasnya.

Laporan Riena Fitriani Maris/Rina

Rekomendasi Berita