oleh

Pelaku Usaha Tidak Jujur Sampaikan Omzet

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau, Imam Senen mengakui bahwa pelaku usaha di Kota Lubuklinggau tidak pernah jujur sampaikan omzet. Hal ini pastinya memengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya pajak hotel dan restoran.

“Bagus dengan adanya Inspeksi Mendadak (Sidak) seperti itu selain Sidak penggunaan LPG bersubsidi, juga terungkap omzet dari rumah makan tersebut ternyata cukup fantastis. Kalau pengakuan ke BKD Kota Lubuklinggau tidak sebesar itu, tidak ada pelaku usaha yang jujur sampaikan omzet mereka,” ungkap Imam Senen kepada wartawan, Selasa (23/1).

Ditambahkan Imam Senen, untuk memaksimalkan PAD pajak hotel dan restoran Pemkot Lubuklinggau sudah memang tapping box di beberapa rumah makan. Seperti di RM Mang Engking, Nasi Bakar 88, KFC, dan RM di Lippo Plaza.

Untuk tahun depan Pemkot Lubuklinggau akan kembali menganggarkan pengadaan tapping box sebanyak 80 unit.

“Pemerintah yang menyediakan tapping box, dengan mengadakan APBD. Namun jika pelaku usaha ingin berpartisipasi bisa beli sendiri, seperti KFC itu alatnya sendiri. Tapi kita tidak mewajibkan karena tidak ingin membebankan pelaku usaha,” ungkap Imam Senen.

Menurut Imam Senen, pelaku usaha juga harus sadar diri untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi. Mengingat LPG bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah, dan pelaku usaha dengan omzet kecil.

“Kalau omzet sudah jutaan per hari wajib pakai non subsidi. Saya mengimbau kepada pelaku usaha untuk berprilaku jujur, mari sama-sama membangun Kota Lubuklinggau. Karena untuk membangun Kota Lubuklinggau hanya mengandalkan pajak dan retribusi ini,” pesan mantan Kepala BKBPP Kota Lubuklinggau ini. (13)

Komentar

Rekomendasi Berita