oleh

Pelaku Usaha Buang Sampah di TPS ‘Siluman’

51 Titik TPS Kurang

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Walaupun Pemkot Lubuklinggau sudah menetapkan 51 titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah ternyata masih kurang. Ini dibuktikan banyaknya TPS ‘siluman’ tersebar di beberapa kelurahan, seperti di Jalan Rambutan Kelurahan Taba Jemekeh, Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Utara serta beberapa titik lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau, Herdawan kepada wartawan, Selasa (12/6), mengatakan yang membuang sampah di TPS ‘siluman’ bukan warga sekitar justru warga dari kelurahan lain.

Menurut Herdawan, TPS resmi itu memiliki dump truk, minimal kotak sampah dari DLH Kota Lubuklinggau, diserta dengan logo Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Masyarakat mau mudahnya saja, sambil jalan lempar bungkusan sampah.

Apalagi Ramadan terjadi peningkatan volume sampah 20-35 persen per hari, atau 32-56 ton per hari. Sebelum Ramadan, volume sampah di Kota Lubuklinggau 160 ton per hari, saat Ramadan naik menjadi 192-216 ton per hari. Peningkatan ini didominasi sampah rumah tangga, khususnya kulit buah.

Ditambahkannya, pelaku usaha tidak membuang sampah di TPS yang disediakan dump truk. Malah membuang ke TPS ‘siluman’, sehingga menyulitkan petugas DKP Kota Lubuklinggau untuk pengangkutan sampah.

Menurut Herdawan lagi, Pemkot Lubuklinggau sudah banyak memiliki program penanggulangan penumpukan sampah. Diantaranya tambah jadwal pengangkutan usai berbuka, yakni dua unit dump truk. Dua armada ini dikerahkan untuk mengangkut sampah di 12 titik. Selain itu pengoptimalan 26 unit motor sampah untuk beberapa kelurahan.

Sekarang ini hanya 70 persen sampah saja yang diangkut DLH Kota Lubuklinggau, sisanya dikelola warga menjadi barang bekas atau rongsokan. Untuk pembuangan terakhir masih memanfaatkan TPA Petanang, mengingat TPA Binjai masih dalam perbaikan termasuk pembangunan jalan baru.

Penjabat Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi menyelesaikan masalah sampah ini ia sudah menginstruksikan DLH Kota Lubuklinggau untuk mengoptimalkan SDM yang ada. Apalagi Kota Lubuklinggau memiliki 250 orang Pekerja Harian Lepas (PHL).

Baik sopir, operator alat berat, kernet, pemangkas pohon, penebas rumput, tukang sapu, motor sampah, gerobak sampah, petugas TPA, dan pengawas.

“Jumlah ini cukup untuk mewujudkan Kota Lubuklinggau lebih bersih dan rapi,” kata Riki Junaidi.(07)

Rekomendasi Berita