oleh

Pelaku Perkelahian Antar Keluarga yang Tewaskan 2 Orang, Divonis 4 Tahun 10 Bulan

LINGGAUPOS.CO.ID – Terdakwa Nahkoda alias Koda (35) dan Rusman (30) divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (6/1). Masing-masing terdakwa divonis 4 tahun 10 bulan penjara. Vonis itu lebih ringan karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agrin sebelumnya menuntut masing-masing terdakwa tujuh tahun penjara.

Kedua terdakwa disidangkan dalam kasus perkelahian antar keluarga masalah sengketa tanah di Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Jumat 27 Maret 2020 sekira pukul 08.30 WIB.

Peristiwa itu mengakibatkan dua korban meninggal dunia, dan tiga orang dirawat di rumah sakit.

Sidang melalui Aplikasi Zoom dipimpin Ketua Majelis Hakim Indra Lesmana dibantu Hakim Anggota Lina Safitri Tazili, dan Rizal Firmansyah dan Panitera Pengganti Ifan. Sedangkan terdakwa didampingi penasihat hukumnya Darmansyah dan Riki.

Ketua Majelis Hakim Indra Lesmana menjelaskan, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa Nahkoda alias Koda dan terdakwa Rusman  melanggar dakwaan primer Pasal 338 dan Pasal 338 Junto 55 tentang Pembunuhan.

Pertimbangan majelis hakim, yang meringankan terdakwa karena masing-masing pihak sama-sama ada korban dan sudah ada perdamaian antara mereka. Sedangkan yang memberatkan dari pihak masing-masing  terdakwa, sama-sama meninggal.

Usai menjatuhkan vonis Ketua Majelis Hakim kembali bertanya pada kedua terdakwa. Pertama majelis hakim bertanya kepada Rusman, yang menerima vonis itu. Sedangkan JPU masih pikir-pikir.

Majelis Hakim juga bertanya pada Nahkoda, yang dijawab pikir-pikir. Hal sama disampaikan JPU juga pikir-pikir.

Perlu diketahui, kedua terdakwa disidangkan berawal dari sengketa batas lahan kebun kelapa sawit. Masalah yang melibatkan keluarga pihak Nahkoda maupun keluarga pihak Rusman ini sudah berlangsung lama. Pemerintah Desa Semangus Lama sudah sering menengahi permasalahan tersebut.

Namun, meski masih ada ikatan keluarga, kedua belah pihak sama-sama merasa tidak puas dan tidak menerima. Sehingga sering terjadi perselisihan atau pertengkaran antara kedua pihak.

Sehingga  Jumat 27 Maret 2020 sekira pukul 08.30 WIB di Desa Semangus Lama, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura terjadi pertengkaran mulut antara Nahkoda, Robinson, Adenan dan Rusman. Awalnya adu mulut ini berhasil dipisahkan oleh warga desa.

Kemudian kedua belah pihak sepakat untuk bersama-sama menuju ke lokasi lahan disengketakan tersebut. Ternyata sesampai di lokasi kembali terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.

Robinson lawan Denan sedangkan Nahkoda lawan Rusman. Sanak dari Adenan, Jasima berusaha memisahkan pertengkaran tersebut. Namun justru terkena parang pada bagian kepala dan tangan sebelah kiri sehingga dirawat inap di Rumah Sakit AR Bunda.

Perkelahian dengan senjata tajam itu juga mengakibatkan Robinson luka robek besar betis sebelah kiri, paha sebelah kanan, luka robek bahu sebelah kanan dan lengan sebelah kiri  sehingga meninggal dunia saat dirawat di puskesmas.

Sementara jari kelingking dan jari manis Nahkoda putus. Ia juga mengalami luka robek pada lengan sebelah kiri dan siku, luka robek pada punggung dan tengkuk, luka robek kuping kiri hingga kepala bagian belakang, luka robek pada kepala sebelah kanan dan sempat menjalani rawat inap di Rumah Sakit dr Sobirin Lubuklinggau.

Sementara Adenan mengalami luka robek pada bagian kepala dan badan sehingga meninggal dunia saat dirawat di puskesmas. Lalu Rusman juga mengalami luka robek di kepala, telinga sebelah kiri dan bagian pinggang. Rusman juga sempat dirawat inap di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.

Dua korban yang meninggal sudah dikebumikan Jumat 27 Maret 2020 sekira pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) terpisah. Ada yang di Desa Semangus Lama dan Desa SP7 Kecamatan Muara Kelingi.

Usai kejadian, Anggota Polsek Muara Lakitan mengamankan sepucuk senjata api rakitan laras pendek, tiga bilah parang panjang dan sebilah keris sebagai barang bukti.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita