oleh

Pelaku Pemerkosaan Disertai Pembunuhan di Nibung, Disidangkan

LINGGAUPOS.CO.ID – Terdakwa Anto Wijaya (19) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Kamis (4/2/2021).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ferdinaldo H Bonodikum, dengan Hakim Anggota Verdian Martin dan Marselinus Ambarita bersama Panitera Penganti Armen. Terdakwa didampingi Posbakum PN Apri Yanto.

Pria yang dibekuk Anggota Polsek Nibung Minggu 27 September 2020 ini merupakan warga Blok C1, Kelurahan Karya Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Ia disidangkan karena diduga terlibat kasus pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap sepupunya inisial AS (10).

Kajari Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kasi Pidum didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya membenarkan hal tersebut. Minggu depan Kamis (1/4/2021) sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Selain tersangka, JPU juga menunjukkan barang bukti (BB) kepada Ketua Majelis Hakim PN Lubuklinggau berupa selembar baju kemeja panjang warna putih yang sudah sobek menjadi dua bagian, selembar celana pendek warna hijau, selembar celana dalam wanita warna pink, sebuah kuncir rambut warna merah tua, sebuah karung merek BPS berisi beras, jengkol, makanan ringan, sebotol kecap asin merek Mikado, dan selembar handuk warna merah putih.

Majelis Hakim Ferdinaldo H Bonodikum dalam pembacaan dakwaan menjelaskan, peristiwa yang menyeret Tersangka Anto Wijaya ke penjara, karena Kamis 22 September 2020 sekira pukul 17.30 WIB diduga tersangka telah melakukan tindak pemerkosaan sekaligus pembunuhan di Kebun Karet Blok C1, Kelurahan Karya Makmur, Kecamatan Nibung.

Kronologinya, saat tersangka di rumah melihat korban di belakang rumah, tersangka mengambil karung untuk menaruh bahan-bahan makanan yang akan dibawa korban ke kebun tempat ibunya bermalam.

Setelah korban selesai mengarungi bahan-bahan makanannya, korban pamitan dengan ibu tersangka, Marlina yang statusnya juga bibi dari korban.

Melihat korban pergi menuju kebun, tersangka mengikuti.

“Nak ke mana Dik,” tanya tersangka.

“Ade umak nunggu di kebun cabe,” jawab korban.

Kemudian tersangka berangkat ke tempat mandi. Namun belum sampai di tempat mandi, tiba-tiba muncul niat tersangka, membunuh korban sehingga tersangka langsung mendahului jalan korban dan menghadangnya.

Sampai di jalan hutan, dekat pohon nangka tersangka langsung menarik tangan korban ke dalam hutan. Sekitar 15 meter masuk ke dalam hutan, tersangka dua kali menampar pipi kiri korban dengan tangan kanan sampai korban terjatuh.

Korban sempat bangkit untuk meninju tersangka tapi tersangka menarik tangan korban membawanya dekat pohon karet, mendudukkan korban, membenturkan kepala korban ke batang karet sebanyak tiga kali.

Korban langsung berdiri dan berusaha berlari. Baru berhasil menjangkau jarak lima meter, korban terjatuh dan tidak bergerak lagi. Lalu tersangka menyetubuhinya.

Saat melihat korban tidak bernafas lagi, tersangka langsung ketakutan dan mengakhiri aksi bejatnya.

Tersangka langsung memakai celana, dan mengambil karung yang berisi makanan milik korban lalu meletakkannya di dekat sungai. Setelah itu tersangka pulang ke rumahnya.

Sejak Kamis (24/9/2020) malam, keluarga dan warga mencari AS. Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 07.30 WIB ditemukan jasad AS dalam keadaan tak berbalut kain.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, AS diduga menjadi korban pembunuhan. Hingga diciduklah Anto Wijaya dari rumahnya. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita