oleh

Pelajaran Bagi ASN Lainnya

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Anggota DPRD Kabupaten Muratara, Amri Sudaryono mengaku sangat prihatin dengan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN), yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pihak penegak hukum Polda Sumatera Selatan (Sumsel), yang sudah berhasil melakukan OTT.

Namun pihaknya juga mengharapkan, agar pihak Polda Sumsel untuk tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Ya pastinya kita prihatin, kenapa ASN kita terjaring OTT. Apapun itu, tetap kita minta pihak penyidik untuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” kata Amri.

Namun yang terpenting ia menegaskan, kepada pihak penyidik jangan hanya fokus terhadap satu oknum ASN yang menerima saja.

“Sementara saat ini kami belum mendapat informasi, siapa yang memberi. Ini yang harusnya segera diusut oleh pihak penyidik,” tegasnya.

Ia sepakat, jika saat ini penyidik Polda sedang mencari oknum ASN lainnya yang kemungkinan terlibat. Asalkan tetap, mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Bila perlu usut sampai tuntas. Bagus, kalau ada tersangka lainnya yang betul-betul terbukti terlibat. Dengan seperti itu, bisa menjadi efek jera oknum ASN yang telah melakukan kesalahan,” tegasnya kembali.

Terjaringnya ASN di wilayah Pemkab Muratara ini dilanjutkannya, harus menjadi contoh serta pengalaman yang berharga untuk ASN lainnya. Kejadian ini diharapkannya, menjadi peringatan agar kedepan tidak ada lagi ASN yang terkena OTT.

“Kita berharap kedepan, tidak ada lagi ASN yang terkena OTT. Kasus ini, menjadi efek jera mereka untuk tidak menerima imbalan atau sejenisnya, yang membuat mereka ditangkap oleh penyidik. Kedepan, ASN juga diharapkan untuk tidak mudah tergiur,” lanjutnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita