oleh

Pelajar Terjaring Razia

LUBUKLINGGAU – Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Lubuklinggau bekerja sama dengan anggota Sabara Polres Lubuklinggau merazia pelajar yang bolos saat jam belajar. Razia dilakukan dengan menyasar para pelajar ini guna melakukan pembinaan.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Sabhara, AKP Ali Rahman menjelaskan, penertiban ini tindak lanjut dari pertemuan Forum Group Discussion (FGD) di Polres Lubuklinggau beberapa hari lalu. Mengenai adanya pelajar keluyuran pada jam sekolah.

Hasilnya, tim mengamankan delapan oknum siswa yang berada di tiga lokasi berbeda, yakni di Vivi.Net di Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Kemudian, di wilayah Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I lalu di Jalan Soekarno Hatta.

Rincian oknum pelajar yang berhasil amankan dua pelajar SMAN, tiga pelajar SMKN, dan tiga pelajar SMPN.

Para pelajar yang diamankan dibawa ke Mapolres Lubuklinggau, dan dilakukan pencatatan identitas masing-masing. Serta dipanggil Kepala Sekolah masing-masing, berikut dengan orang tuanya.

Setelah itu, menandatangani surat pernyataan, agar siswa tersebut tidak lagi melakukan perbuatan yang sama, yakni meninggalkan jam pelajaran.

Mendapatkan informasi ini, tim Linggau Pos menuju ke salah satu tempat diamankannya oknum pelajar yang bolos sekolah tersebut. Salah satunya di Warnet Vivi yang beralamat di Jalan Garuda, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Warnet ini memang dibuka selama 24 jam. Hal itu diakui Pemilik Warnet Vivi Ooriosevi melalui  Karyawannya, Agusti Hermansyah.

Usaha yang dimulai sejak 2010 itu memiliki enam unit PC.

Warnet Vivi buka setiap hari selama 24 jam. Konsumen ramai main di Warnet-nya sekitar pukul 21.00 – 06.00 WIB.

Di warnet itu, sebagian besar pelanggan memanfaatkannya untuk game online. Untuk biaya yang dikenakan bermain warnet di sini bermacam pilihan yakni personal/tanpa paket hitungannya 20 menit Rp1.000, 30 menit Rp2.000, 40 menit Rp3.000 dan ada paket begadang Rp10 ribu 6 jam.

Kalau malam, kata Agus, pelanggannya memilih paket bergadang. Sementara kalau siang, pelanggan memilih paket satu jam Rp5 ribu.

Menurut Agusti Hermansyah, di warnet tempatnya bekerja itu tidak melarang siapapun main warnet.

Pasca adanya penggerebekan kemarin, pihak warnet belum diimbau oleh pihak berwenang masalah pembatasan warnet bagi anak sekolah yang saat jam belajar. (aku/adi)

Rekomendasi Berita