oleh

Pelajar SMKN Terlibat Penjambretan, Tertangkap Karena Tabrak Ojek

LINGGAU POS ONLINE – Dua orang yang diduga melakukan penjambretan berhasil diringkus petugas Polsek Lubuklinggau Barat. Tepatnya, setelah mereka menabrak ojek, usai melakukan aksinya, Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 17.15 WIB.

Tersangka yang diamankan, Denny Darmawan (21)  warga Jalan Garuda Kelurahan Watas Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan RJS (17) seorang pelajar SMK asal Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Keduanya diduga melakukan aksi penjambretan di Jalan Garuda depan Masjid Taqwa Kelurahan Bandung Ujung Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Korbannya Mutiyara (24) warga Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Suryadi didampingi Kanit Reskrim Aiptu Paisal dalam pers rilis Senin (18/11/2019) menjelaskan, awalnya korban mengendarai sepeda motor dari rumah hendak menjemput tantenya di Kelurahan Karya Bhakti.

Ketika melintasi Jalan Garuda tepatnya di depan Masjid Taqwa Kelurahan Bandung Ujung, dari belakang muncul sepeda motor Yamaha Vixion BG 4468 HF warna putih lis merah dikemudikan Denny memboncengkan RSJ.

Denny yang mengemudian sepeda motor, kemudian menarik ponsel Oppo A3S warna Biru Dongker milik korban yang diselipkan di kantong celana belakang sisi kiri. Selanjutnya Denny menyerahkan ponsel kepada RJS, baru tancap gas ke arah Taman Kurma.

Sementara korban Mutiyara berteriak minta tolong sambil mengejar. Sampai di depan rumah dinas Dandim, Kelurahan Bandung Kanan, sepeda motor dikemudikan Denny menabrak sepeda motor ojek. Denny dan RSJ terjatuh, bersamaan itu muncul korban mengatakan keduanya penjambret.

Selanjutnya oleh warga bersama petugas piket Kodim dan Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau mengamankan kedua tersangka. “Saat dikonfrontir, korban mengakui kedua pelaku yang menjabret ponselnya. Tersangka juga mengakui perbuatannya,” tambah Kanit Reskrim.

Kedua tersangka ditambahkannya, terancam melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.  “Ancaman hukumannya hingga 7 tahun penjara,” jelas Kanit Reskrim.

Selain itu, menurut pengakun tersangka RSJ ia baru sekali melakukan aksi jambret. Sementara Denny sudah pernah melakukan penganiayaan. “Yang pelajar mengaku kelas XII salah satu SMKN di Lubuklinggau,” ungkapnya.(*)

Rekomendasi Berita