oleh

Pelajar SMAN Bangun Jaya Tawuran, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

LINGGAU POS ONLINE – Tawuran sesama pelajar SMAN Bangun Jaya Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas, Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 07.30 WIB, menyebabkan seorang korban harus dirujuk ke rumah sakit.

Korban yang dirujuk ke rumah sakit adalah PGS (16) pelajar kelas XI, warga Desa Sadu Kecamatan BTS Ulu. Korban menderita luka di kepala, memar, serta mual dan mutah-muntah, sehingga oleh pihak Puskesmas Cecar dirujuk ke rumah sakit di Lubuklinggau.

Korban PGS diduga luka kepalanya, setelah terkena senjata double stick milik DA (17) pelajar kelas XII, warga Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu.

Luka di kepala korban PSG, hingga ia harus dirujuk ke rumah sakit. (foto istimewa)

Informasi diterima linggaupos.co.id, tawuran ini terjadi antara kelompok pelajar asal Desa Sadu dengan kelompok asal Desa Tambangan.

Kelompok Desa Sadu terdiri dari delapan orang, yakni korban PGS, kemudian AG, RLP, RS, ZL, PR, EP dan AA. Sementara kelompok Tambangan terdiri dari 10 orang, yakni DA, YL, MM, IJ, RA, RK, PA, ES, RG dan AAP.

Sebelum ini, kedua kelompok sudah bertengkar beberapa hari lalu. Bahkan sudah diselesaikan oleh pihak sekolah, dengan memanggil orang tua masing-masing siswa yang terlibat perkelahian.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kapolsek BTS Ulu Iptu Harun ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. “Sebenarnya sudah pernah diselesaikan oleh pihak sekolah. Namun kembali terulang,” jelas Kapolsek.

Nah, Rabu pagi kembali terjadi tawuran antara kedua kelompok. Bahkan salah satu siswa kepalanya luka, hingga dilarikan ke Puskesmas Cecar.

Setelah kejadian ditambahkan Kapolsek, bersama pihak sekolah, para siswa yang terlibat tawuran langsung diamankan. Kemudian para orang tua dipanggil, dan dilakukan mediasi.

“Sudah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak. Juga disepakati biaya pengobatan korban ditanggung orang tua siswa dari Desa Tambangan,” jelas Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, peristiwa yang terjadi Rabu pagi ini diharapkan tidak kembali terulang. “Kami sarankan, orang tua para siswa dan sekolah agar menyelesaikan persoalan ini, agar tidak meluas,” tambahnya.(*)

Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita