oleh

Pelajar SMAN 3 Boyong Gelar Juara I

LINGGAU POS ONLINE, PETANANG – Tim A Utusan SMA Negeri 3 Lubuklinggau mempersembahkan Piala Juara I Lomba Lukis Dinding HUT Linggau Pos ke-17 untuk sekolah, Senin (5/2). Mereka (Tim A,red) terdiri dari Rahma Ladaina, Rangga Isnanda, Lica Hanifah dan Ade Ihsan Permana.

Mereka tampak sumringah, ketika mendengar ucapan selamat sekaligus apresiasi dari Kepala SMA Negeri 3 Lubuklinggau, Siti Dahniar dan para wakil kepala lainnya.

Keempat peserta didik tadi merupakan siswa-siswi yang aktif di ekstrakulikuler Sanggar Seni Sinergi. Dan event yang diselenggarakan Linggau Pos itu, menjadi acara ketiga Lomba Lukis yang diikuti tim ini.

Didampingi Pembina Sanggar Seni Sinergi, Dian Purnama, Rahma Ladaina mengatakan, prestasi Juara I dalam Lomba Lukis Dinding Bertema ‘HUT Linggau Pos ke-17, Waktunya Beralih ke BBM Non Subsidi dan Bright Gas’ itu diraih bukan tanpa persiapan matang.

“Untuk bisa membuat Linggau Pos yang menjadi sosok hero dalam lukisan tersebut, melalui tahapan diskusi yang lumayan panjang. Ide tersebut dari kami, tapi didiskusikan bersama pembina, pembina kasih saran kritik dan masukan baru dibuat sketsa,” jelas Rahma.

Menurutnya, perjuangan dalam lomba kemarin, mereka merasakan tahapan pencapaian yang luar biasa.

“Kan ini event kelima ya. Pertamanya, saat ikut acara di Kampung Warna Warni kami pernah dapat Juara Harapan. Lalu pernah juga Juara III. Alhamdulillah, sekarang Juara I. Kami berdoa dan akan terus berusaha bisa mempertahankan pencapaian ini. Dengan cara banyak berlatih lagi,” imbuh Rahma.

Bersama rekan-rekannya, ia berpendapat mengikuti Lomba Lukis Dinding di Linggau Pos, tingkat kesulitannya lebih terasa.

“Pertama karena faktor tembok (media,red) yang cukup tinggi. Belum lagi tidak adanya alat bantu untuk mencapai bagian atas. Yang pada akhirnya pembina kami, Bu Dian menjemput meja dari rumah untuk jadi media kami agar bisa mengisi tembok bagian atas itu. Ini yang luar biasa,” tuturnya.

Disamping itu, tantangan lain, kata Rahma, Lomba Lukis Dinding Graha Pena Linggau lebih sulit, karena tema yang diberikan panitia cukup menjebak.

“Pertama, kami harus menggambarkan bagaimana Koran Linggau Pos sebagai media yang sangat terkenal di Lubuklinggau sedang HUT ke-17. Kedua, kami juga harus mendeskripsikan bagaimana agar masyarakat yang melihat lukisan kami, terinspirasi untuk tidak lagi bergantung pada BBM Subsidi maupun LPG Subsidi (3 Kg).
Artinya menggabungkan dua tema ini lumayan menguras ide. Dan kami bersyukur bisa mengemasnya secara konsisten baik dalam sketsa maupun lukisan sesuai dengan hasil diskusi, dan hasil pencapaiannya luar biasa begini,” terang Rahma.

Dari lomba ini, Rahma dan rekan-rekannya menyadari, bahwa setiap event yang mereka ikuti selalu membekaskan ilmu yang tanpa sengaja bisa didapat.

“Selain soal Linggau Pos, kami juga bisa tahu tentang apa saja BBM dan LPG Non Subsidi, sekaligus dilatih berpikir cepat dan kreatif,” tuturnya.

Kemarin pula, Pembina Sanggar Seni sinergi, Dian Purnama berharap, kegiatan ini jadi kegiatan tahunan Linggau Pos.

“Ya harapannya ke depan kalau Linggau Pos ngadain acara yang sama. Insya Allah kami akan tetap ikut. Selain semoga lebih baik lagi event-nya, kami berharap akan lebih menarik lagi penghargaannya,” jelas Dian.

Menurutnya, melihat pertumbuhan pesat potensi peserta didiknya menambah optimisme Dian untuk melahirkan seniman-seniman muda.

“Kalau di SMA Negeri 3 Lubuklinggau insya Allah sudah ada tiga generasi. Dan kemarin waktu di Linggau Pos itu, kita juga mengutus tiga tim. Semoga mereka tidak lekas berpuas diri dengan pencapaian ini. Karena mereka harus lebih siap untuk event-event yang lebih besar nantinya,” tutur Dian.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita