oleh

Pelajar Muratara Raih Empat Penghargaan

MURATARA – Selasa (23/7), empat pelajar Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meraih penghargaan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS). Penghargaan yang diserahkan di Taman Kota Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin itu diperoleh atas prestasi para pelajar Muratara dalam beberapa cabang lomba yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) baik tingkat SMP maupun SMA sederajat.

Peserta didik yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Muratara di kancah Provinsi Sumsel ini, antara lain Popy Novita asal SMPN Bumi Makmur jadi Pemenang Lomba Baca Puisi Lingkungan Hidup. Lalu Risma asal SMPN Pulau Lebar jadi Pemenang Lomba Mendongeng Lingkungan. Selanjutnya Nova Septy Umami asal SMAN Noman Pemenang Lomba Fashion 3R. Dan Panja Saputra yang juga dari SMPN Pulau Lebar Juara Harapan II Lomba Foto Lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara, H Sukamto menerangkan, pihaknya mengapresiasi bimbingan dan dukungan dari orang tua, guru dan para kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan ini.

“Saya yakin semua tidak terlepas dari kerja keras anak-anak dan dewan guru,” jelas H Sukamto, Selasa (23/7).

Pihaknya (Disdik, red) juga serius dalam proses pembimbingan dan persiapan para peserta baik dalam kompetisi tingkat Kabupaten Muratara dan Provinsi Sumsel ini.

“Sejauh ini, Disdik memberikan pembinaan bidang kepedulian lingkungan masuk program sekolah berkarakter Indonesia Kabupaten Muratara. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Plt Kepala DLHP sekaligus Asisten II Ir H Suharto Patih atas diselenggarakannya kegiatan ini. Sehingga bisa menjadi wadah siswa-siswi kami dalam mengasah potensi,” jelas H Sukamto.

Tentang prestasi yang dicapai peserta didiknya dalam HLHS 2019 Tingkat Sumsel, Kepala SMPN Pulau Lebar, Tarsih didampingi Pembimbing Lomba, Lilis mengaku sangat bersyukur.

“Iya, kami sangat bersyukur. Terima kasih atas bimbingan Disdik Muratara. Terima kasih juga atas doa orang tua anak-anak kami, termasuk dewan guru,” jelasnya.

Lilis mengatakan, Panja Saputra terpilih untuk mewakili sekolah dalam Lomba Foto Lingkungan, karena secara akademik dan cekatan, dia anak yang dinilai lebih.

“Panja awalnya mengambil 20 angel foto dengan tema Nyanyian Alam Desaku di Desa Karta Dewa, Kecamatan Rawas Ulu. Setelah dibawa ke Provinsi Sumsel, ternyata kami diminta lima foto saja. Objeknya sama dengan angle yang berbeda. Jadi anak kami ini memfoto orang sedang memperbaiki perahu di tepian sungai. Kami tidak menyangka foto itu menarik perhatian juri,” terang Lilis.

Akhirnya, Panja dinobatkan sebagai Juara Harapan 2 Lomba Foto Lingkungan Tingkat SMP se-Sumsel pada peringatan HLHS 2019.

“Kalau bicara tentang Panja, karena saya guru Bahasa Indonesianya, dia itu punya potensi yang bisa digali. Meski peralatan seadanya bukan dengan kamera DSLR, melainkan dengan kamera ponsel, dia bisa memanfaatkan alat itu dengan baik. Hanya 2 hari saya bekali dia teorinya dengan praktik sederhana. Ternyata dia mampu menangkap arahan itu dengan baik,” imbuh Lilis.

Begitupun dengan Risma, siswi Kelas VIII SMPN Pulau Lebar yang berhasil jadi Pemenang Lomba Mendongeng Tingkat SMP se-Sumsel dalam HSLS 2019.

“Dongeng yang dibuat Risma itu berjudul Sungaiku Kehidupanku. Dalam teks maupun praktik dongengnya, berbahasa Indonesia. Untuk tingkat anak seusianya, Risma mampu mengolah ide dengan baik. Kalimat-kalimat dalam dongengnya pun enak didengar. Jadi naskahnya memang bagus. Saya sempat mengedit, tapi hanya sedikit. Saat tampil pun dia sangat percaya diri. Mungkin itu yang membuatnya menang Tingkat Sumsel,” jelas Lilis.

Tarsih bangga atas capaian dua peserta didiknya ini. Ia berharap, prestasi itu bisa menjadikan siswa-siswinya makin bersemangat mengasah potensi untuk berprestasi.

“Saya yakin setiap anak punya kelebihan. Tinggal butuh ketekunan mengasahnya, agar bisa berbuah prestasi,” imbuh Tarsih. (lik)

Rekomendasi Berita