oleh

Pelajar Dilarang Membawa Motor

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari berharap jajaran Polres Rejang Lebong menindak tegas pelajar yang menggunakan kendaraan. Ini bertujuan agar tidak terjadi lagi korban jiwa pelajar dalam kecelakaan lalu lintas.

“Kalau memang anak itu tidak melengkapi syarat berkendara seperti sebelum usia 17 tahun, maka harus ditindak tegas. Bisa dengan menahan kendaraan dan memanggil orang tuanya dan sebagainya,” ungkap Iqbal Bastari.

Iqbal Bastari mengaku prihatin, dengan sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa pelajar baru-baru ini. Ia yakin pihak sekolah sudah memberikan arahan dan peringatan kepada pelajar.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Rejang Lebong, T Samuji sering terjadinya Lakalantas menelan korban jiwa pelajar, dirinya juga ikut prihatin.

“Kita sudah menyampaikan undangan, untuk orang tua, OSIS, bagian kesiswaan dan guru untuk menyosialisasikan bagaimana berkendara yang baik dan benar, rencana Selasa depan rapat di SMP I,” tutur Samuji.

Selain membahas soal berkendara pelajar, sambung Samuji, juga akan membahas soal lainnya seperti persoalan kenakalan remaja. Menurutnya, selain melibatkan masyarakat, dan sekolah, pihaknya juga melibatkan dengan jajaran Polres Rejang Lebong dan Polsek.

Ia mengaku, masih ada kalangan pelajar khususnya pelajar SMA yang membawa kendaraan dan menitipkan kendaraannya di rumah warga.

“Apabila tidak melengkapi, masyarakat tidak boleh menjadikan tempat parkir pada anak-anak yang tidak memenuhi syarat, ada beberapa pelajar yang membawa motor dititipkan ke rumah warga untuk, kalau SMP tidak ada,” paparnya.

Ia juga meminta, peran orang tua agar tidak membiarkan anak membawa motor perlu ditingkatkan.

“Berikan pemahaman pada orang tua agar tidak memberikan kendaraan pada anak-anaknya, sempatkan orang tua mengantar anaknya sekolah,” harapnya.

Disdik, sambung Samuji, berupaya meminta pihak kepolisian menempatkan personelnya di depan sekolah mengantisipasi adanya pelajar yang belum seharusnya membawa kendaraan namun menggunakan kendaraan sendiri ke sekolah.

Seingat dirinya, dalam beberapa terakhir, setidaknya sudah ada 6 korban Lakalantas yang menyebabkan korban jiwa dialami kalangan pelajar baik SMP maupun SMA.

“Ada 6 pelajar korban Lakalantas, di kawasan Suban, Sukowati, Rimbo Recap, saya sangat perihatin itu,”tambahnya. (09)

Rekomendasi Berita